TENGGARONG, Rilismedia.co – Pendidikan tidak hanya berbicara mengenai pengetahuan akademik. Bagi Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), pendidikan juga memiliki peran penting dalam menanamkan nilai kebangsaan kepada generasi muda.
Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar, Heriansyah, usai mengikuti upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kantor Bupati Kukar, Kamis (1/10).
Heriansyah menyebut Pancasila memiliki posisi penting bagi bangsa Indonesia karena menjadi dasar negara sekaligus pemersatu.
“Pancasila merupakan sesuatu hal yang sakral buat kita. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa ada beberapa yang ingin merongrong negara kita. Yang ingin mengganti dasar negara kita,” ujar Heriansyah.
Ia mengatakan, perjalanan bangsa Indonesia menunjukkan bahwa Pancasila tetap menjadi dasar negara dan pemersatu bangsa.
“Alhamdulillah Pancasila menunjukkan kesaktiannya, terus menjadi dasar negara, menjadi pemersatu bangsa dan negara kita,” katanya.
Menurut Heriansyah, nilai tersebut perlu dipahami sejak dini oleh peserta didik. Generasi muda perlu mengetahui bahwa keberadaan Pancasila sebagai dasar negara memiliki sejarah panjang dan tidak terlepas dari berbagai pengorbanan untuk mempertahankannya.
“Hari Kesaktian Pancasila ini relevansinya tentu sebagai dasar negara dan tinggal bersejarah bangsa. Maka, anak-anak kita maupun peserta didik harus memahami bahwa ada banyak pengorbanan untuk mempertahankan dasar negara kita,” jelasnya.
Ia menilai pemahaman terhadap Pancasila menjadi penting karena dasar negara merupakan landasan dalam kehidupan berbangsa.
“Terpenting hal ini yang mereka harus pahami karena merupakan dasar negara kita. Kalau tidak mempunyai dasar yang kuat, maka mereka akan rapuh,” katanya.
Heriansyah menegaskan, peserta didik harus memahami bahwa Pancasila menjadi landasan dalam membangun bangsa. Nilai yang terkandung di dalam lima sila, menurutnya, dapat menjadi pedoman dalam berinteraksi dengan sesama maupun dalam menjalankan kehidupan berbangsa.
“Hal-hal inilah yang harus mereka pahami. Sehingga dalam hal membangun bangsa tidak terlepas dari kaidah-kaidah yang berada di dalam Pancasila itu sendiri,” ujarnya.
Ia kemudian mengingatkan kembali lima sila Pancasila, mulai dari Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, hingga Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Menurutnya, kelima sila tersebut mencakup hubungan manusia dengan Tuhan maupun hubungan antarmanusia, termasuk nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan.
Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya dipahami dalam lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari karakter peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
“Mudah-mudahan ini menjadi spirit kita untuk membangun Kutai Kartanegara, membangun Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.






