Pelepasan 451 Siswa, SMK Medika Samarinda Dorong Lulusan Siap Kerja dan Berkarakter

SAMARINDA, RILISMEDIA.CO — SMK Medika Samarinda melepas 451 siswa kelas XII Tahun Ajaran 2025/2026 dalam acara yang digelar di GOR Segiri, Samarinda, Sabtu, 30 Mei 2026.

Kegiatan bertajuk “Aterna Medika Abadi dalam Kenangan, Bersemi di Masa Depan” tersebut menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan para siswa setelah menempuh pembelajaran selama tiga tahun.

Bacaan Lainnya

Ketua Panitia Pelepasan Siswa, Hendra Setiawan, mengatakan acara ini merupakan puncak dari proses panjang yang telah dilalui para peserta didik.

“Acara ini menjadi puncak dari perjuangan dan kerja keras seluruh peserta didik, khususnya siswa kelas XII yang telah menempuh pendidikan selama tiga tahun di SMK Medika Samarinda,” kata Hendra.

Dari total 451 lulusan, sebanyak 163 siswa berasal dari jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM), 123 siswa Desain Komunikasi Visual (DKV), 104 siswa Layanan Kesehatan (LK), 52 siswa Farmasi, dan 9 siswa Teknologi Laboratorium Medik (TLM).

“SMK Medika Samarinda kembali berhasil melahirkan ratusan calon tenaga kerja profesional, wirausahawan muda, dan generasi penerus bangsa yang siap bersaing di bidang kesehatan, industri kreatif, maupun otomotif,” ujarnya.

Kepala SMK Medika Samarinda, Mus Mulyadi, dalam sambutannya menegaskan bahwa pendidikan di sekolah tersebut tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter.

Salah satu pendekatan yang diterapkan adalah sistem disiplin berbasis konsekuensi menggunakan bata merah. Siswa yang melanggar aturan dikenai denda sesuai jenis pelanggaran, mulai dari keterlambatan hingga pelanggaran lain di lingkungan sekolah.

“Tidak ada yang dimarah-marahi, tidak ada yang dihukum keras, tetapi tetap ada konsekuensi,” ujar Mus.

Menurutnya, pendekatan tersebut diterapkan untuk menanamkan kedisiplinan tanpa tekanan berlebihan. Pendidikan karakter, termasuk penguatan nilai keagamaan, menjadi bagian penting dalam sistem pembelajaran.

Selain itu, komposisi pembelajaran di SMK Medika lebih menekankan praktik dibanding teori, dengan porsi sekitar 70 persen praktik dan 30 persen teori.

“Tanggung jawab, kejujuran, keberanian berbicara, itu yang ingin kami bangun,” katanya.

Mus juga mengungkapkan jumlah siswa SMK Medika yang terus meningkat. Saat ini jumlahnya mendekati 1.500 orang, melampaui target sebelumnya sebesar 1.200 siswa.

“Tahun depan target kami 2.000 siswa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pertumbuhan tersebut didukung program pendidikan gratis dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Namun, ia menilai masih ada kesalahpahaman di masyarakat terkait konsep biaya pendidikan di sekolah swasta.

“Semangatnya adalah meringankan beban orang tua,” katanya.

Mus juga menanggapi isu biaya perpisahan yang sempat beredar di media sosial. Ia mengaku telah membuka akses pengaduan langsung, namun tidak menerima laporan dari orang tua siswa.

Di sisi lain, SMK Medika mencatat sebanyak 783 siswa menerima beasiswa dengan total nilai mencapai miliaran rupiah pada tahun ini. Dana tersebut disalurkan langsung kepada siswa tanpa potongan.

“Transparansi itu penting,” tegasnya.

Ia menambahkan, capaian sekolah tidak terlepas dari peran guru dan tenaga kependidikan sebagai penggerak utama dalam proses pendidikan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur, Armin, S.Pd., M.Pd., menilai SMK Medika sebagai salah satu sekolah dengan perkembangan signifikan di daerah.

Menurutnya, jumlah siswa yang terus bertambah menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap sekolah tersebut.

“Ketika siswa merasa nyaman di sekolah dan bakatnya berkembang, itulah sekolah yang baik,” ujarnya.

Ia juga menyebut pendekatan pendidikan karakter yang diterapkan SMK Medika sejalan dengan arah pembangunan sumber daya manusia di Kalimantan Timur menuju Indonesia Emas 2045.

Menutup sambutannya, Armin mengingatkan pentingnya karakter dalam kehidupan.

Menurutnya, kehilangan harta bukan berarti kehilangan segalanya, kehilangan kesehatan berarti kehilangan sebagian kehidupan, namun kehilangan karakter berarti kehilangan segalanya.

Acara pelepasan berlangsung dengan suasana meriah dan penuh kebersamaan. Para siswa menutup masa pendidikan mereka dengan harapan dapat melanjutkan ke dunia kerja, pendidikan tinggi, maupun kewirausahaan.

Pos terkait