Purbaya Yakin Target Pendapatan Negara 2026 Tercapai

Rilismedia.co – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis target pendapatan negara tahun 2026 bakal tercapai setelah kinerja penerimaan pajak dan bea cukai mulai menunjukkan tren positif dalam beberapa bulan terakhir.

Optimisme itu muncul seiring hasil restrukturisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang dinilai mulai berdampak terhadap penerimaan negara.

Bacaan Lainnya

“Jadi, kelihatannya target tahun ini (2026) akan baik. (Kinerja) Bea Cukai juga akan bagus juga, jadi kita sudah melihat hasil dari proses restrukturisasi di pajak dan di Bea Cukai,” ujar Purbaya di Kantor Pusat DJP, Jakarta, Rabu (27/5).

Menurut dia, penguatan sistem teknologi menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan kinerja penerimaan negara. Pemerintah kini memanfaatkan teknologi digital hingga kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk memperkuat pengawasan sekaligus meningkatkan efisiensi sistem perpajakan dan kepabeanan.

Purbaya juga menyoroti implementasi sistem Coretax yang mulai menunjukkan dampak signifikan terhadap penerimaan pajak, meski masih mendapat sejumlah keluhan dari wajib pajak.

“Jadi, harusnya sih lebih efisien. Kalau anda lihat Coretax yang dulunya banyak di protes. Sekarang juga masih ada protes, tapi kan udah sedikit. Tapi kinerja Coretax bisa meningkatkan pendapatan dari pajak yang kurang cukup signifikan. Karena dengan Coretax, semuanya dihitung hampir otomatis. Jadi, orang enggak bisa lari,” ujar dia.

Dalam APBN 2026, pemerintah menargetkan pendapatan negara mencapai Rp3.153,6 triliun. Hingga April 2026, realisasi pendapatan negara tercatat sebesar Rp918,4 triliun atau tumbuh 13,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Di sisi lain, Kementerian Keuangan sebelumnya melaporkan defisit APBN hingga akhir Maret 2026 mencapai Rp240,1 triliun atau setara 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Defisit tersebut terjadi karena realisasi pendapatan negara sebesar Rp574,9 triliun masih berada di bawah belanja negara yang telah mencapai Rp815 triliun.

Meski demikian, pemerintah menilai kondisi fiskal masih dalam jalur aman. Peningkatan penerimaan pada April 2026 disebut menjadi sinyal positif bahwa kinerja APBN mulai bergerak ekspansif dan berpotensi membaik pada semester berikutnya.

Pos terkait