SAMARINDA, Rilismedia.co — Pembahasan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya) dalam forum diskusi PDIP Kaltim tak hanya menuai apresiasi, tetapi juga kritik dan catatan dari kalangan DPRD Kota Samarinda.
Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Ahmad Vananzda, menyoroti potensi persoalan dalam pelaksanaan program tersebut, terutama terkait keterlibatan masyarakat dalam penggunaan anggaran.
“Ada masalah-masalah yang berbahaya buat masyarakat kita karena mereka menjadi pengguna anggaran,” ujarnya dalam diskusi bertajuk “Memahami Konsep Trisakti Bung Karno dalam Pembangunan Kota Samarinda” yang digelar di Sekretariat DPW PDIP Kaltim, Minggu (21/6/).
Ia menilai, perlu ada kejelasan indikator untuk mengukur sejauh mana keberhasilan program tersebut berjalan di tengah masyarakat.
“Ini mungkin yang jadi perhatian kita bersama agar kiranya untuk melihat keberhasilan atau indikatornya itu seperti apa,” lanjutnya.
Pertanyaan tersebut secara langsung dilontarkan kepada Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, yang sebelumnya menyampaikan bahwa Probebaya merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kota Samarinda di bawah kepemimpinan Andi Harun.
Menanggapi hal tersebut, Helmi menegaskan bahwa dalam pelaksanaannya, masyarakat khususnya RT tidak secara langsung mengelola anggaran pemerintah, sehingga risiko penyalahgunaan dapat diminimalisir.
“Itu kan dari RT mengajukan proposal mengenai apa saja item kegiatan RT beserta rincian anggaran melalui kelurahan. Nah kelurahan kemudian yang menindaklanjuti,” jelasnya.
Ia juga kembali menekankan bahwa Probebaya menjadi salah satu program yang paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat karena menyentuh kebutuhan riil di tingkat lingkungan.
“Salah satu program pemerintah kota Samarinda yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat adalah program Probebaya,” tambahnya.
Diskusi ini menunjukkan bahwa meski Probebaya dinilai berhasil menjangkau kebutuhan masyarakat hingga tingkat RT, tetap diperlukan evaluasi menyeluruh, terutama dalam aspek tata kelola, pengawasan, serta parameter keberhasilan program agar tetap berjalan tepat sasaran dan akuntabel.






