SAMARINDA, rilismedia.co – Kemarau mulai memukul kebutuhan dasar warga di Balik Buaya, Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran, Samarinda. Persediaan air yang terbatas membuat sebagian warga harus mencari pasokan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Situasi itu mendapat perhatian dari DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Samarinda. Partai tersebut menyalurkan 3.600 liter air bersih kepada warga Balik Buaya pada Ahad.
Bantuan air diberikan ketika kebutuhan masyarakat terhadap air bersih meningkat akibat kondisi kemarau. Pasokan tersebut diharapkan setidaknya membantu warga memenuhi kebutuhan harian sembari menunggu kondisi kembali normal.
Sekretaris DPD PSI Samarinda, Taufan Marselinus, mengatakan pihaknya memilih turun langsung karena air merupakan kebutuhan mendasar masyarakat.
“Di tengah kemarau yang cukup mencekik, kami ingin hadir dan membantu masyarakat yang membutuhkan. Air adalah kebutuhan dasar, sehingga ketika warga kesulitan mendapatkannya, kami merasa perlu mengambil bagian,” kata Taufan, Ahad.
Menurut dia, persoalan air bersih tidak dapat dilihat sebatas persoalan pemenuhan kebutuhan rumah tangga. Ketika akses terhadap air terganggu, aktivitas warga hingga persoalan kesehatan juga ikut terdampak.
PSI Samarinda pun mendorong kepedulian yang lebih luas terhadap warga yang menghadapi keterbatasan air selama kemarau. Bantuan dari berbagai pihak dinilai diperlukan ketika kondisi cuaca membuat sumber air semakin terbatas.
Di sisi lain, penyaluran air bersih hanya menjadi solusi sementara. Kebutuhan warga terhadap akses air yang aman dan berkelanjutan tetap membutuhkan penanganan yang lebih panjang, terutama jika kemarau berlangsung lebih lama.
Taufan berharap kondisi cuaca segera berubah sehingga persoalan air yang dialami warga tidak berlarut-larut.
“Kami berharap kemarau ini segera berlalu dan pelayanan air bersih dapat kembali pulih sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari,” ujarnya.
Bagi warga Balik Buaya, tambahan pasokan 3.600 liter air setidaknya dapat mengurangi tekanan kebutuhan air untuk sementara. Namun, persoalan mendasarnya tetap sama: akses terhadap air bersih harus tersedia ketika warga membutuhkannya, terlebih dalam kondisi kemarau.
“Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan kebutuhan warga. Kami juga berharap kondisi segera normal dan masyarakat bisa kembali mendapatkan akses air bersih dengan baik,” harap Taufan.
Penyaluran tersebut menjadi bagian dari kegiatan sosial PSI Samarinda untuk merespons kebutuhan masyarakat di tengah kondisi kemarau.






