Pertama di Kutim: Pola Tanam Padi Tiga Kali Setahun Tercapai, Produktivitas Siap Melonjak

Kutai Timur, Rilismedia.co — Mekanisasi pertanian Kutai Timur (Kutim) menunjukkan dampak signifikan setelah daerah ini untuk pertama kalinya berhasil menerapkan pola tanam padi tiga kali dalam setahun.

Peningkatan siklus tanam tersebut dianggap sebagai lompatan besar yang sebelumnya sulit dicapai, terutama karena karakteristik daerah tadah hujan dan keterbatasan tenaga kerja.

Bacaan Lainnya

Kepala DTPHP Kutim, Dyah Ratnaningrum, menyebut capaian ini terjadi di kawasan dengan dukungan air relatif baik seperti Kaubun, Kombeng, dan Long Mesangat.

“Ini menjadi pencapaian penting bagi Kutim. Selama ini kita hanya melakukan satu musim tanam. Kini tiga musim dapat dicapai di beberapa lokasi,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, percepatan olah lahan adalah faktor paling menentukan, dan dengan kehadiran traktor modern dan combine harvester, proses pengolahan yang sebelumnya memakan waktu berhari-hari kini dapat diselesaikan dalam hitungan jam.

“Kecepatan olah tanah memberi ruang bagi petani, untuk langsung masuk ke proses tanam berikutnya. Ini sangat menentukan keberhasilan pola tanam tiga kali,” tambahnya.

Selain itu, perangkat modern seperti transplanter dan drone semprot bantuan dari Bank Indonesia meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga.

Drone mampu menyemprot satu hektare hanya dalam sepuluh menit, memungkinkan petani mempercepat pemeliharaan tanaman di tengah perubahan cuaca yang tidak menentu.

Dyah menilai capaian ini, menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Kita mungkin belum swasembada, tetapi volume produksi kita berpotensi meningkat signifikan jika pola ini diperluas,” ucapnya.

Namun, ia tetap menekankan persoalan utama berupa ketersediaan air, dan sejumlah wilayah tidak dapat mengikuti pola tiga kali tanam karena irigasi belum memadai.

Oleh sebab itu, DTPHP Kutim terus bersinergi dengan dinas terkait untuk memperkuat infrastruktur pendukung.

“Alat modern sudah berjalan baik, kini tantangannya adalah stabilitas air. Bila kedua aspek ini terpenuhi, Kutim bisa menjadi salah satu daerah dengan produktivitas padi tertinggi di Kaltim,” tutupnya. (Adv-Diskominfo Kutim/Andika)

Pos terkait