Pemkab Kukar Salurkan Rp21 Miliar untuk Beasiswa 2026

TENGGARONG, Rilismedia.co – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) telah menyalurkan anggaran lebih dari Rp21 miliar untuk program Beasiswa Kukar Idaman Terbaik pada 2026. Anggaran tersebut dialokasikan untuk bantuan pendidikan bagi pelajar, santri, hingga mahasiswa melalui skema beasiswa stimulan dan tematik.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten Kukar, Fathul Alamin, mengatakan penyaluran tahap pertama mencakup beasiswa stimulan dan tematik serta bantuan pendidikan bagi santri pondok pesantren.

Bacaan Lainnya

“Total keseluruhan sebesar Rp21 miliar sekian yang disalurkan di tahap satu, tahun 2026 ini. Jadi, kini kita hanya menyisakan tahap kedua untuk tematik kesehatan saja,” ujarnya.

Pada tahap pertama, anggaran sekitar Rp16 miliar dialokasikan untuk beasiswa stimulan dan tematik. Selain itu, Pemkab Kukar menyalurkan bantuan pendidikan kepada 2.197 santri pondok pesantren dengan total anggaran sekitar Rp6,5 miliar.

Bantuan bagi para santri tersebut merupakan bagian dari program dedikasi Kukar Idaman Terbaik untuk meringankan biaya pendidikan dan kebutuhan hidup selama menempuh pendidikan di pondok pesantren.

Fathul menjelaskan, Beasiswa Kukar Idaman Terbaik terbagi menjadi dua kategori, yakni stimulan dan tematik. Keduanya dirancang untuk memperluas akses pendidikan sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kukar.

Beasiswa stimulan merupakan bantuan dana pendidikan bagi pelajar, santri, dan mahasiswa asal Kukar di luar jalur kerja sama. Bantuan ini ditujukan untuk meringankan biaya pendidikan sekaligus mendukung prestasi penerima.

Sasarannya mencakup peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah, santri pondok pesantren, serta mahasiswa jenjang D1 hingga S3. Penerima dapat berasal dari jalur prestasi akademik, nonakademik, keluarga prasejahtera yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), maupun kelompok dengan kebutuhan khusus.

Sementara itu, beasiswa tematik menyasar bidang-bidang yang dinilai strategis untuk memenuhi kebutuhan SDM daerah. Program ini mencakup bidang kesehatan, seperti pendidikan kedokteran, keperawatan, dan kebidanan di sejumlah universitas mitra, serta bidang psikologi dan informatika.

Beasiswa tematik juga mencakup pendidikan melalui sekolah kedinasan dan perguruan tinggi mitra, antara lain STAN, STTD, PTIQ, IIQ, dan Telkom University.

Di balik penyaluran bantuan tersebut, Pemkab Kukar mengakui pelaksanaan pendaftaran beasiswa pada 2026 menghadapi kendala. Salah satunya adalah benturan jadwal pendaftaran dengan program GratisPol milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim).

Menurut Fathul, mekanisme pendataan calon penerima GratisPol yang menggunakan data mahasiswa aktif di perguruan tinggi berdampak pada proses seleksi beasiswa daerah.

Mahasiswa yang masuk dalam pendataan awal GratisPol dianggap sebagai calon penerima program tersebut. Akibatnya, sebagian mahasiswa yang mendaftar Beasiswa Kukar Idaman Terbaik justru mengalami penolakan karena telah teridentifikasi sebagai calon penerima GratisPol.

“Sehingga mahasiswa aktif di kampus diklaim sebagai calon penerima. Si mahasiswa tinggal mengonfirmasi ulang, sehingga pada saat kita buka pendaftaran Beasiswa Kukar Idaman Terbaik (BKIT) di bulan April kemarin, akhirnya banyak teman-teman yang tertolak karena sudah dianggap sebagai calon penerima GratisPol,” jelasnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Kukar bersama Pemprov Kaltim telah membahas penyesuaian jadwal pendaftaran melalui rapat koordinasi. Salah satu kesepakatan yang dibahas adalah mendahulukan pendaftaran Beasiswa Kukar Idaman Terbaik sebelum pendaftaran GratisPol dibuka.

Pemkab Kukar merencanakan pendaftaran beasiswa daerah pada Februari atau paling lambat Maret 2027. Setelah proses pendaftaran ditutup, Pemprov Kaltim direncanakan membuka pendaftaran GratisPol.

“Jadi, untuk tahun 2027 mendatang rencananya kita akan buka di bulan Februari atau paling lambat bulan Maret kita akan buka pendaftaran sehingga semua teman-teman punya kesempatan yang sama untuk mendaftar beasiswa stimulan maupun tematik,” katanya.

Selain mengupayakan perbaikan jadwal, Fathul menegaskan Pemkab Kukar berkomitmen mempertahankan kuota penerima beasiswa pada tahun mendatang. Pemerintah daerah memastikan tidak ada rencana pengurangan kuota dibandingkan tahun sebelumnya.

“Untuk tahun 2027 komitmen dari pemerintah daerah tidak ada pengurangan. Minimal kuotanya sama dengan tahun ini,” pungkasnya.

Program Beasiswa Kukar Idaman Terbaik merupakan salah satu upaya Pemkab Kukar meningkatkan kualitas SDM melalui dukungan pembiayaan pendidikan. Dengan penyesuaian jadwal pendaftaran pada 2027, pemerintah daerah berharap kesempatan masyarakat untuk mengakses bantuan pendidikan semakin terbuka.

Pos terkait