KUTIM, Rilismedia.co — Pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Sektor ini juga menjadi salah satu ruang untuk memperluas perputaran ekonomi masyarakat, terutama bagi pelaku UMKM, kuliner, transportasi, jasa hingga usaha akomodasi.
Setiap kunjungan wisatawan membawa aktivitas ekonomi. Pengunjung membutuhkan makanan dan minuman, transportasi, tempat menginap, produk lokal hingga berbagai layanan selama berada di daerah tujuan.
Kondisi tersebut membuat peningkatan kunjungan pariwisata memiliki peluang memberikan dampak langsung kepada masyarakat yang berada di sekitar destinasi maupun lokasi penyelenggaraan kegiatan wisata.
Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Kutai Timur, Demmy Aditya Herwanto, mengatakan pengembangan destinasi menjadi salah satu bagian yang terus mendapat pembinaan.
Penguatan destinasi tersebut pada akhirnya diharapkan tidak berhenti pada meningkatnya daya tarik suatu kawasan, tetapi mampu menciptakan aktivitas ekonomi yang melibatkan masyarakat setempat.
Potensi itu didukung besarnya pergerakan wisatawan di Kutai Timur. Data Dinas Pariwisata yang dipublikasikan melalui Satu Data Kalimantan Timur mencatat sebanyak 426.771 kunjungan wisatawan domestik pada periode pelaporan. Angka tersebut meningkat sekitar 1 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Besarnya jumlah kunjungan tersebut menunjukkan adanya pasar yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha lokal. Semakin lama wisatawan berada di Kutai Timur dan semakin banyak aktivitas yang dilakukan, semakin besar pula kemungkinan uang yang dibelanjakan berputar di masyarakat.
Dampaknya dapat menyentuh pedagang makanan, pemilik warung, pengelola penginapan, penyedia kendaraan, pelaku ekonomi kreatif hingga penjual produk khas daerah.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kutai Timur juga menunjukkan aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan kebutuhan pengunjung memiliki nilai yang cukup besar. Pada 2025, lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum menghasilkan PDRB atas dasar harga berlaku sebesar Rp605,05 miliar. Sementara total PDRB Kutai Timur pada tahun yang sama mencapai Rp152,91 triliun.
Meski kategori akomodasi dan makan minum tidak seluruhnya berasal dari aktivitas pariwisata, sektor tersebut menjadi salah satu mata rantai yang dapat ikut bergerak ketika mobilitas dan kunjungan wisatawan meningkat.
Dampak langsung kegiatan pariwisata terhadap usaha masyarakat juga terlihat dalam sejumlah agenda daerah.
Saat Festival Sekerat Nusantara V di Bengalon pada Juli 2026 misalnya, salah seorang pedagang setempat mengaku keuntungan bersihnya selama festival dapat mencapai sekitar Rp500 ribu per hari di luar modal. Pada hari biasa, pendapatannya disebut berada pada kisaran Rp100 ribu hingga Rp200 ribu. Ribuan pengunjung yang datang saat festival turut meningkatkan aktivitas perdagangan UMKM di lokasi kegiatan.
Gambaran tersebut memperlihatkan bahwa peningkatan kunjungan tidak hanya menghasilkan angka statistik, tetapi dapat diterjemahkan menjadi transaksi langsung bagi masyarakat.
Karena itu, pengembangan pariwisata memiliki posisi strategis dalam upaya memperluas sumber pertumbuhan ekonomi Kutai Timur di luar sektor berbasis sumber daya alam.
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur juga menempatkan pariwisata bersama ekonomi kreatif dan UMKM sebagai sektor yang terus didorong untuk mendukung transformasi ekonomi daerah. Pemkab sebelumnya menegaskan keinginan mengurangi ketergantungan perekonomian terhadap pertambangan dengan memperkuat sektor-sektor produktif lainnya.
Penguatan promosi dan peningkatan kunjungan dengan demikian diharapkan berujung pada dampak ekonomi yang lebih luas.
Ketika wisatawan datang, manfaat yang dibidik bukan hanya ramainya destinasi, tetapi bagaimana pengeluaran mereka dapat masuk ke warung masyarakat, produk UMKM, penginapan, transportasi dan berbagai usaha lokal lainnya.
Dengan pola tersebut, sektor pariwisata dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memperluas sumber pendapatan baru di Kutai Timur. (Dit/ADV/KUTIM)






