Ketua DPRD Helmi Abdulla Hadiri Peresmian Mako Brimon

SAMARINDA, rilismedia.co — Peresmian gedung Markas Komando (Mako) Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur di Samarinda Seberang diharapkan tidak sekadar menambah fasilitas kepolisian. Kehadiran markas baru tersebut juga dituntut berkontribusi terhadap kesiapsiagaan aparat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Samarinda terhadap pembangunan fasilitas yang berlokasi di Jalan Sultan Hasanuddin tersebut. Gedung baru itu diharapkan menunjang pelaksanaan tugas personel Brimob, terutama dalam merespons kebutuhan pengamanan di wilayah Kota Tepian.

Helmi menilai ketersediaan fasilitas operasional yang memadai menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung efektivitas kerja aparat di lapangan.

“DPRD mengapresiasi dukungan pemerintah kota dalam pembangunan markas ini. Kami berharap fasilitas yang sudah tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang tugas dan kesiapan personel,” ujar Helmi, Kamis (8/10).

Pembangunan markas tersebut berlangsung selama dua tahun sebelum diresmikan oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun.

Menurut Helmi, keberadaan fasilitas baru harus diikuti peningkatan kinerja dan koordinasi antarlembaga. Sinergi antara Brimob, TNI-Polri, dan pemerintah daerah dinilai penting untuk menciptakan situasi yang aman serta mendukung aktivitas masyarakat.

“Harapan kami, dengan dukungan fasilitas yang lebih memadai, personel Batalyon B Pelopor bisa semakin maksimal menjalankan tugasnya. Yang paling penting, masyarakat merasakan manfaatnya melalui situasi kota yang aman dan tertib,” katanya.

Peresmian Mako Batalyon B Pelopor menjadi bagian dari penguatan sarana pendukung kepolisian di Samarinda. Namun, keberadaan gedung baru bukan satu-satunya ukuran kesiapan pengamanan.

Kualitas sumber daya manusia, kelengkapan peralatan, kesiapan personel, serta koordinasi dalam menghadapi keadaan darurat tetap menjadi faktor penting.

DPRD berharap fasilitas tersebut dapat mendukung pelaksanaan tugas kepolisian secara lebih efektif, baik dalam menjaga ketertiban maupun menghadapi situasi yang membutuhkan respons cepat.

Di sisi lain, upaya menjaga keamanan kota juga memerlukan keterlibatan masyarakat. Pelaporan gangguan keamanan, kepatuhan terhadap hukum, dan komunikasi yang baik antara warga dengan aparat menjadi bagian dari upaya pencegahan.

Karena itu, penguatan fasilitas kepolisian perlu berjalan beriringan dengan peningkatan pelayanan dan pendekatan yang membangun kepercayaan publik.

Helmi juga menempatkan stabilitas keamanan sebagai salah satu faktor penting bagi keberlangsungan pembangunan Samarinda.

Sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Samarinda memiliki posisi strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, dan konektivitas antardaerah di Kalimantan Timur.

Kondisi yang aman dan tertib diharapkan memberikan kepastian bagi masyarakat untuk beraktivitas sekaligus mendukung iklim usaha dan investasi.

Meski demikian, tanggung jawab menjaga keamanan tidak hanya berada di pundak aparat. Pemerintah daerah, unsur TNI-Polri, dan masyarakat perlu membangun koordinasi sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Helmi berharap peresmian markas baru tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, bukan sekadar menandai selesainya pembangunan fisik.

“Keamanan dan ketertiban harus menjadi kepentingan bersama. Kami berharap kehadiran fasilitas ini semakin memperkuat sinergi seluruh pihak sehingga masyarakat Samarinda bisa beraktivitas dengan aman dan nyaman,” tutupnya.

Dengan beroperasinya fasilitas baru tersebut, masyarakat menantikan peningkatan kesiapsiagaan dan kualitas pelayanan keamanan yang dapat dirasakan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Pos terkait