SAMARINDA, Rilismedia.co — Sejumlah persoalan mendasar disuarakan warga Kecamatan Samarinda Ilir dalam agenda reses masa sidang II tahun 2026 yang digelar Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi. Kegiatan yang berlangsung di Kelurahan Sidodamai itu menjadi wadah terbuka bagi masyarakat menyampaikan kebutuhan prioritas di lingkungan mereka.
Dalam pertemuan yang digelar di halaman rumah warga tersebut, aspirasi yang mencuat didominasi isu pendidikan, infrastruktur lingkungan, hingga layanan kesehatan. Warga meminta perhatian serius terhadap program beasiswa mahasiswa, perbaikan penerangan jalan, serta kelanjutan kepesertaan BPJS Kesehatan yang sempat terhenti.
“Beberapa hal yang disampaikan warga tadi berkaitan dengan beasiswa, lampu jalan, dan BPJS yang terputus. Kami berupaya menindaklanjuti dan mencarikan solusi,” kata Latisi.
Ia menegaskan, reses bukan sekadar agenda formal, melainkan ruang dialog langsung antara wakil rakyat dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, legislator dapat mendengar langsung persoalan di lapangan sekaligus menyampaikan capaian kerja kepada konstituen.
“Ini bagian dari kewajiban kami untuk turun ke dapil, mendengar kebutuhan warga, dan menjelaskan apa yang sudah kami kerjakan selama ini,” ujarnya.
Latisi menjelaskan, seluruh anggota DPRD saat ini tengah menjalani masa reses di daerah pemilihan masing-masing. Hasil dari kegiatan tersebut nantinya akan dirangkum menjadi laporan resmi yang dibahas dalam forum paripurna.
“Semua masukan akan dihimpun, disusun per daerah pemilihan, lalu dibawa ke rapat paripurna sebagai bahan rekomendasi kepada pemerintah kota,” jelasnya.
Ia memastikan, berbagai usulan yang disampaikan masyarakat tidak akan berhenti pada tahap pencatatan semata. Aspirasi tersebut akan diperjuangkan agar dapat masuk dalam perencanaan anggaran daerah tahun 2027.
“Kami akan dorong agar usulan warga ini bisa masuk dalam pembahasan anggaran tahun depan, terutama yang menyangkut kebutuhan dasar,” tegasnya.
Latisi berharap, perhatian pemerintah ke depan lebih difokuskan pada sektor-sektor yang langsung dirasakan masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur lingkungan.
“Harapannya, apa yang disampaikan warga bisa menjadi prioritas sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.






