TENGGARONG, Rilismedia.co – Persiapan Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) ke-46 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tidak hanya berfokus pada pelaksanaan perlombaan.
Pelayanan bagi kafilah dari seluruh kabupaten/kota juga menjadi perhatian penting demi memastikan setiap peserta mendapatkan pendampingan yang optimal selama kegiatan berlangsung.
Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar dipercaya Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) untuk mengoordinasikan petugas liaison officer (LO). Sebanyak 57 personel disiapkan untuk mendampingi kafilah, yang terdiri atas 33 aparatur sipil negara (ASN) dan 24 personel dari sektor pariwisata.
Kepala Bidang Pemasaran Dispar Kukar, Awang Ivan Akhmad, menjelaskan bahwa keberadaan LO tidak sekadar menjadi penghubung antara panitia dan peserta. Mereka juga bertanggung jawab membantu memenuhi kebutuhan informasi kafilah selama berada di Kukar.
Untuk memudahkan pendampingan, setiap kafilah akan ditangani oleh sepasang petugas yang terdiri atas Taruna dan Dara. Taruna bertugas melayani peserta laki-laki, sedangkan Dara mendampingi peserta perempuan.
Pembagian tersebut diterapkan untuk mendukung komunikasi yang lebih efektif sekaligus menyesuaikan pola pelayanan dengan karakteristik kegiatan keagamaan tersebut.
“Karena ini sifatnya memberikan pelayanan kepada kafilah dari seluruh kabupaten/kota, kita harus memberikan pelayanan yang terbaik bagi mereka,” ujar Awang Ivan saat ditemui di Kantor Bupati Kukar.
Menurutnya, petugas LO juga dituntut memiliki pengetahuan yang memadai mengenai berbagai informasi yang dibutuhkan peserta. Tidak hanya soal teknis kegiatan, mereka diharapkan mampu memberikan informasi seputar destinasi wisata, kuliner, hingga kebutuhan lain selama kafilah berada di Kukar.
Dengan demikian, kehadiran LO diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi para peserta, sekaligus memperkenalkan potensi pariwisata daerah kepada tamu yang datang dari berbagai wilayah di Kaltim.
Untuk memastikan seluruh petugas memahami tugas dan tanggung jawabnya, Dispar Kukar menjadwalkan rapat khusus pembekalan LO pada Senin, 12 Oktober, bertempat di Ruang Rapat LPTQ. Pembekalan ini menjadi bagian dari upaya mematangkan persiapan sebelum pelaksanaan MTQH berlangsung. Selain menyamakan pemahaman mengenai tugas pelayanan, koordinasi juga diperlukan untuk mengantisipasi kendala teknis yang mungkin muncul di lapangan.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah ketepatan waktu transportasi. Petugas LO harus memastikan kendaraan dan sopir telah bersiap di hotel sebelum peserta diberangkatkan menuju lokasi perlombaan.
Untuk mendukung koordinasi tersebut, tim LO akan membentuk grup WhatsApp khusus. Melalui grup ini, komunikasi antara petugas di lapangan diharapkan berlangsung lebih cepat, terutama ketika terdapat perubahan jadwal atau kebutuhan penjemputan.
“Supaya tidak ada miskomunikasi antara sopir dan LO, maka harus ada grup WhatsApp tersendiri,” jelasnya.
Selain pendampingan dan transportasi, kepastian akomodasi menjadi bagian penting dalam persiapan pelayanan kafilah. Dispar Kukar menargetkan informasi mengenai penginapan dapat mulai disampaikan kepada seluruh official kafilah pada 15 Oktober.
Petugas LO nantinya berkoordinasi langsung dengan masing-masing official untuk memberikan informasi mengenai hotel, ketersediaan kamar, serta jarak penginapan ke lokasi kegiatan.
Awang Ivan menyebutkan, pihaknya telah menerima informasi awal mengenai akomodasi salah satu daerah peserta. Kafilah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), misalnya, telah melakukan pemesanan hotel di Grand Elty Singgasana. Sementara itu, informasi dari kabupaten/kota lainnya masih perlu dikonfirmasi agar penyampaian informasi kepada peserta dapat dilakukan secara tepat.
“Nanti LO yang bertugas menyampaikan informasinya, mulai dari penginapan atau hotel mana, ketersediaan kamar, hingga akses ke lokasi apakah dekat atau jauh,” ungkapnya.
Melalui koordinasi yang terarah, Dispar Kukar berharap kebutuhan dasar kafilah dapat terakomodasi dengan baik. Persiapan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung kelancaran MTQH ke-46 tingkat Provinsi Kaltim, dengan pelayanan yang tidak hanya berorientasi pada kelancaran teknis, tetapi juga kenyamanan peserta selama berada di Kukar.






