Sunggono Tegaskan Gerakan Etam Mengaji Tetap Berjalan

TENGGARONG, Rilismedia.co – Gerakan Etam Mengaji di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berjalan sebagai bagian dari upaya membumikan nilai-nilai Alquran di tengah masyarakat. Program tersebut tidak hanya dilaksanakan di lingkungan pemerintah daerah, tetapi juga diperkuat melalui pembinaan dan peningkatan kompetensi guru mengaji.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, menegaskan bahwa Gerakan Etam Mengaji tetap menjadi agenda yang berkelanjutan. Salah satu kegiatan rutin dilaksanakan setiap Kamis di wilayah sekitar, sementara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kukar, kegiatan khataman Alquran juga terus berlangsung.

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan Sunggono saat diwawancarai di Kantor Bupati Kukar, Senin (2/11).

“Masih berjalan. Kita secara khusus di sekitar daerah itu dilaksanakan setiap hari Kamis. Sedangkan di Pemkab, saya sering kali mendapatkan undangan dari teman-teman untuk khataman,” ujar Sunggono.

Ia menjelaskan, kegiatan khataman menjadi momentum bagi para peserta yang telah menyelesaikan bacaan Alquran. Sementara bagi peserta yang belum menuntaskan bacaan 30 juz, proses pembelajaran tetap diberikan sesuai tahapan kemampuan masing-masing.

Bahkan, peserta yang baru menyelesaikan pembelajaran Iqra juga tetap dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

“Kalau ngajinya sudah selesai Alquran, mereka khatam. Yang belum selesai Alquran, misalnya Iqra selesai, tetap diikutsertakan. Insyaallah kegiatan ini tetap berjalan,” katanya.

Lebih jauh, Sunggono mengungkapkan bahwa peran Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kukar tidak hanya terbatas pada kegiatan musabaqah atau perlombaan membaca Alquran.

LPTQ juga turut membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas tenaga pengajar Alquran melalui program sertifikasi dan pelatihan guru mengaji.

Salah satu bentuk pembinaan yang dilakukan adalah tahsin, yakni pelatihan untuk memperbaiki dan menyempurnakan bacaan Alquran agar sesuai dengan kaidah yang benar.

Menurut Sunggono, upaya tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pembelajaran Alquran di Kukar. Dengan tenaga pengajar yang memiliki kompetensi memadai, proses pendidikan Alquran di tengah masyarakat diharapkan semakin terarah.

“Yang jarang orang ketahui, LPTQ Kukar sebenarnya membantu pemerintah daerah untuk mensertifikasi guru mengaji. Kemudian melatih guru mengaji melalui tahsin,” ungkapnya.

Komitmen membangun budaya mengaji juga diterapkan di lingkungan pemerintahan. Sunggono menegaskan bahwa kemampuan membaca Alquran menjadi salah satu hal yang wajib dimiliki oleh pejabat di lingkungan Pemkab Kukar.

“Setiap pejabat wajib bisa mengaji,” tegasnya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Gerakan Etam Mengaji tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya menanamkan nilai religius dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di kalangan aparatur pemerintah.

Melalui keberlanjutan kegiatan mengaji, khataman, sertifikasi guru, hingga pelatihan tahsin, Pemkab Kukar berharap budaya membaca dan memahami Alquran dapat terus tumbuh di masyarakat.

Gerakan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen daerah dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul dari sisi kemampuan, tetapi juga memiliki landasan nilai keagamaan yang kuat.

Pos terkait