Sekda Dorong Peringatan Merah Putih Sangasanga Lebih Inovatif

TENGGARONG, Rilismedia.co – Sekretaris Daerah (Sekda) Kutai Kartanegara (Kukar), Sunggono, meminta Pemerintah Kecamatan Sangasanga memperbarui konsep peringatan Perjuangan Merah Putih pada 27 Januari 2027. Langkah itu diperlukan agar kegiatan tahunan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Permintaan itu disampaikan Sunggono saat menerima audiensi jajaran Pemerintah Kecamatan Sangasanga di Kantor Bupati Kukar, Senin (19/10). Dalam pertemuan tersebut, pihak kecamatan memaparkan rencana kegiatan beserta kebutuhan anggaran yang diperkirakan mencapai Rp630 juta.

Bacaan Lainnya

Sunggono menilai konsep awal yang disampaikan masih belum menunjukkan perubahan signifikan dibandingkan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Karena itu, ia meminta panitia mengevaluasi rancangan kegiatan dan menghadirkan gagasan yang lebih segar.“Secara konseptual usulan yang mereka sampaikan tadi belum ada yang berbeda dengan sebeunbya,” ujar Sunggono.

Menurut dia, peringatan sejarah perlu dikemas secara lebih menarik dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Panitia juga didorong menggali potensi lokal agar kegiatan tersebut memiliki nilai tambah di luar seremoni peringatan.

Besaran anggaran yang direncanakan turut menjadi perhatian dalam penyusunan konsep. Perencanaan kegiatan perlu disertai sasaran yang jelas sehingga penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan dan manfaatnya terukur.

“Jangan sampai hanya menjadi seremoni tapi tidak memberi efek bagi masyarakat,” tambahnya. Sunggono.

Pemkab Kukar juga mendorong koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk mendukung pelaksanaan kegiatan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Sunggono menilai jajaran Kecamatan Sangasanga memiliki modal untuk menyusun konsep yang lebih sesuai dengan karakter daerah. Sejumlah pejabat di lingkungan kecamatan, mulai dari camat, sekretaris camat, kepala seksi hingga lurah, merupakan warga asli Sangasanga sehingga dinilai memahami kondisi dan potensi wilayahnya.

“Saya sudah memberikan tantangan agar bisa melaksanakan kegiatan dengan format baru,” imbuhnya.

Pemerintah Kecamatan Sangasanga selanjutnya diminta mematangkan kembali rancangan kegiatan, termasuk susunan acara atau rundown, sebelum pelaksanaan pada Januari 2027.

Peringatan Perjuangan Merah Putih Sangasanga sendiri memiliki nilai historis bagi masyarakat Kalimantan Timur. Peristiwa yang diperingati setiap 27 Januari itu berkaitan dengan perlawanan para pejuang dan masyarakat Sangasanga terhadap Belanda pada 1947 dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Momentum tersebut tidak hanya menjadi sarana mengenang perjuangan para pendahulu, tetapi juga kesempatan menanamkan nilai nasionalisme kepada generasi muda.

Dengan demikian, pembaruan konsep peringatan dapat diarahkan pada kegiatan edukasi sejarah, pelibatan generasi muda, promosi potensi daerah, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Namun, bentuk kegiatan tersebut masih dapat dikaji lebih lanjut dan belum dapat dipastikan sebagai bagian dari agenda resmi 2027.

Melalui persiapan yang lebih matang, peringatan Merah Putih Sangasanga diharapkan tidak hanya menjaga ingatan kolektif tentang sejarah perjuangan, tetapi juga menghadirkan kegiatan yang relevan dan berdampak bagi masyarakat.

Pos terkait