Terpadu Digital Kutim Tembus 8 Ribu Akses, Diskominfo Bidik 50 Ribu Pengguna

KUTIM, Rilismedia.co — Pemanfaatan Terpadu Digital Kutai Timur (Kutim) mulai menunjukkan perkembangan setelah platform yang dikembangkan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutim mencatat lebih dari 8 ribu akses dalam sekitar satu hingga dua bulan sejak berjalan.

Jumlah tersebut melampaui target awal yang ditetapkan Diskominfo Staper, yakni sekitar 5 ribu pengguna. Capaian itu menjadi bagian dari pengembangan platform digital yang menghimpun berbagai aplikasi dan sumber informasi pemerintah daerah dalam satu wadah.

Kepala Diskominfo Staper Kutim Ronny Bonar H. Siburian mengatakan, pengembangan Terpadu Digital Kutim masih dilakukan secara bertahap. Platform tersebut terus dilengkapi dengan berbagai layanan dan informasi sesuai kebutuhan masyarakat.

“Di dalamnya ada platform repositori pengetahuan atau aplikasi, sama repositori akademi atau LMS. Aplikasi-aplikasi yang ada di OPD kami jadikan satu tempat sehingga masyarakat bisa mengaksesnya,” kata Ronny saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (29/9/26).

Saat ini, sekitar 15 aplikasi dari 10 organisasi perangkat daerah (OPD) telah dihimpun dalam platform tersebut. Penyatuan itu dilakukan karena sebelumnya masing-masing OPD memiliki aplikasi maupun kanal digital sendiri.

Melalui konsep tersebut, masyarakat tidak perlu berpindah-pindah kanal untuk mendapatkan berbagai informasi dan layanan yang tersedia. Aplikasi yang berkaitan dengan pelayanan publik secara bertahap ditempatkan dalam satu sistem agar lebih mudah ditemukan dan dimanfaatkan.

“Artinya kami mencoba menata pelan-pelan bagaimana aplikasi-aplikasi yang ada di OPD dan berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Terpadu Digital Kutim tidak hanya diarahkan sebagai tempat menghimpun aplikasi layanan. Platform tersebut juga memiliki repositori akademi atau Learning Management System (LMS) yang dapat digunakan sebagai wadah pembelajaran dan pengetahuan.

Pengembangan sistem itu turut menjadi bagian dari upaya Diskominfo Staper memperluas penyampaian informasi pemerintah kepada masyarakat. Penataan kerja sama dengan media juga dilakukan berdasarkan cakupan wilayah, mulai dari kecamatan, desa hingga OPD, sehingga informasi pemerintah dapat disebarluaskan secara lebih luas.

Platform tersebut mengusung slogan “Menyapa Warga, Memudahkan Layanan”. Diskominfo Staper masih akan melakukan pengembangan sesuai kebutuhan dan melihat tingkat kebermanfaatannya bagi masyarakat.

Setelah mencatat lebih dari 8 ribu akses dari target awal 5 ribu pengguna, Diskominfo Staper menyiapkan sasaran penggunaan yang lebih besar. Jumlah pengguna ditargetkan mencapai sekitar 25 ribu dalam jangka menengah dan 50 ribu dalam jangka panjang.

“Untuk pengembangan selanjutnya, kami menargetkan jumlah pengguna dapat mencapai sekitar 25 ribu dalam jangka menengah dan 50 ribu dalam jangka panjang,” tandasnya. (Dit/adv/Kutim)

Pos terkait