Kutim Perkuat Integrasi Layanan Pemerintahan Berbasis Digital, 66 Operator Dibekali Website dan AI

KUTIM, Rilismedia.co — Dinas Komunikasi Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutai Timur terus mendorong keterhubungan layanan digital pemerintah desa, kecamatan hingga perangkat daerah melalui peningkatan kemampuan operator dan pemanfaatan teknologi.

Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronny Bonar H Siburian, mengatakan langkah tersebut salah satunya diperkuat melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) optimalisasi website dan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) yang diikuti 66 operator desa dan kecamatan, Rabu (2/9/2026).

Menurut Ronny, penguasaan teknologi oleh operator menjadi salah satu kebutuhan dalam membangun sistem pemerintahan yang semakin terintegrasi. Peserta diberikan pemahaman mengenai pengelolaan website, penggunaan email hingga pemanfaatan AI untuk mendukung pekerjaan pemerintahan.

“Kesempatan ini kita berikan kepada operator-operator yang ada di desa bagaimana menggunakan website, bagaimana menggunakan email,” katanya.

Selain peningkatan keterampilan teknis, Diskominfo Staper tengah mengarahkan berbagai layanan dan informasi pemerintahan agar dapat terhubung melalui sebuah platform yang lebih terintegrasi.

Ronny menjelaskan, integrasi diperlukan untuk mengurangi pola kerja sistem yang berjalan secara terpisah. Dengan keterhubungan tersebut, aplikasi dan informasi dari berbagai perangkat pemerintahan dapat dikelola dalam ekosistem digital yang lebih terpadu.

“Upaya tersebut diharapkan memberi kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh informasi sekaligus membantu pemerintah desa dan kecamatan mengakses layanan yang dibutuhkan tanpa harus bergantung pada sistem yang berbeda-beda,” tuturnya.

Pemanfaatan AI juga menjadi bagian dari penguatan transformasi tersebut. Teknologi ini diharapkan dapat membantu aparatur dalam menyelesaikan pekerjaan secara lebih efektif, sekaligus mendorong pola kerja pemerintahan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Diskominfo Staper berharap peningkatan kapasitas operator dapat berjalan seiring dengan pengembangan sistem digital pemerintahan.

“Integrasi layanan, pemanfaatan AI dan pengelolaan informasi secara digital diharapkan mampu memperkuat kualitas pelayanan publik di Kutai Timur,” tandasnya.(Dit/ADV/Kutim)

Pos terkait