SAMARINDA, Rilismedia.co — Ketidakakuratan data produksi sampah di Kota Samarinda menjadi sorotan DPRD. Pemerintah kota dinilai perlu segera membangun sistem pendataan yang terintegrasi agar dapat menggambarkan kondisi riil volume sampah harian di masyarakat.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, M Andriansyah, mengatakan selama ini data yang digunakan masih bertumpu pada volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), sehingga belum mencerminkan keseluruhan produksi sampah.
“Data yang ada saat ini belum sepenuhnya menggambarkan kondisi di lapangan. Sampah yang masuk ke TPA memang tercatat, tetapi masih ada sampah lain yang dikelola di luar itu dan belum terdata,” ujarnya, Kamis (18/6).
Sebagai solusi, ia mendorong agar seluruh data bank sampah di Samarinda dapat diintegrasikan ke dalam satu platform digital yang bisa diakses hingga tingkat kelurahan.
Menurutnya, sistem berbasis aplikasi akan memudahkan pengelola bank sampah dalam melakukan pencatatan dan pelaporan secara berkala, sehingga pemerintah dapat memperoleh data yang lebih rinci dan akurat.
“Dengan sistem digital, kita bisa melihat secara detail jumlah dan jenis sampah yang dihasilkan di setiap wilayah, baik itu sampah plastik, organik, maupun lainnya,” jelasnya.
Andriansyah menegaskan, ketersediaan data yang valid merupakan kunci dalam merumuskan kebijakan pengelolaan sampah yang efektif dan tepat sasaran.
Ia menilai, dengan data yang terintegrasi hingga level kelurahan, pemerintah akan lebih mudah memetakan permasalahan serta menentukan langkah penanganan yang sesuai dengan kondisi di lapangan.
Selain itu, digitalisasi data persampahan juga dinilai dapat menjadi instrumen evaluasi terhadap berbagai program pengurangan sampah yang telah berjalan, sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Kalau datanya jelas dan terukur, kebijakan yang diambil juga akan lebih tepat. Tidak lagi berbasis asumsi, tetapi berdasarkan kondisi nyata,” tegasnya.
Ia berharap pengembangan sistem pendataan terpadu ini dapat menjadi bagian dari modernisasi pengelolaan persampahan di Samarinda, sehingga setiap kebijakan yang dihasilkan benar-benar berbasis data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.






