SAMARINDA, Rilismedia.co — Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, menilai program Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya) menjadi salah satu legacy penting Pemerintah Kota Samarinda di bawah kepemimpinan Andi Harun.
Hal tersebut disampaikannya dalam agenda diskusi bertajuk “Memahami Konsep Trisakti Bung Karno dalam Pembangunan Kota Samarinda” yang digelar di Sekretariat DPW PDIP Kalimantan Timur, Minggu (21/6/2026).
Menurut Helmi, Probebaya merupakan program yang paling nyata dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya di tingkat RT.
“Salah satu program pemerintah kota Samarinda yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat adalah program Probebaya,” ujarnya.
Ia menambahkan, berdasarkan survei tingkat kepuasan masyarakat, program tersebut turut memberikan dampak terhadap tingkat elektabilitas kepala daerah.
“Berdasarkan survei tingkat kepuasan masyarakat, program ini salah satu yang menunjang elektabilitas Andi Harun karena benar-benar menyentuh keinginan masyarakat paling bawah yaitu tingkat RT,” jelasnya.
Meski demikian, Helmi mengakui setiap program tentu memiliki kekurangan dalam implementasinya di lapangan.
Ia juga meluruskan persepsi yang berkembang terkait pengelolaan anggaran Probebaya. Menurutnya, ketua RT tidak secara langsung mengelola dana pemerintah.
“Itu kan dari RT mengajukan proposal mengenai apa saja item kegiatan RT beserta rincian anggaran melalui kelurahan. Nah kelurahan kemudian yang menindaklanjuti,” terangnya.
Secara umum, mekanisme Probebaya sebagaimana dijalankan Pemerintah Kota Samarinda mengacu pada skema partisipatif, di mana usulan berasal dari RT, diverifikasi oleh kelurahan, kemudian dianggarkan oleh pemerintah kota dan dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat setempat.
Dengan pola tersebut, program ini dinilai mampu menjangkau kebutuhan riil warga sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan di tingkat lingkungan.






