Kutai Kartanegara — Pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pengelolaan venue olahraga di Tenggarong tahun ini mengalami penurunan. Dinas Pemuda dan Olahraga Kutai Kartanegara (Dispora Kukar) menyatakan kondisi tersebut terjadi karena sejumlah fasilitas diarahkan sepenuhnya untuk kebutuhan pembinaan atlet.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menegaskan bahwa dua stadion utama, Stadion Rondong Demang dan Stadion Aji Imbut, tetap beroperasi dengan standar layanan yang baik serta dikelola secara transparan sesuai aturan.
“Kedua stadion tetap berjalan normal, dan prinsip transparansi tetap kami pegang dalam pengelolaannya,” kata Aji, Jumat (21/11/2025).
Namun, ia menyampaikan bahwa porsi penggunaan venue lebih banyak dialihkan untuk pemusatan latihan atlet yang sedang bersiap menuju Pra Porprov dan Popda. Kondisi ini berdampak pada menurunnya intensitas penyewaan untuk masyarakat umum.
“Sebagian besar venue digunakan khusus untuk persiapan atlet, sehingga ruang penyewaan untuk publik berkurang,” ujarnya.
Selain itu, beberapa fasilitas tengah menjalani perbaikan sehingga belum dapat dimanfaatkan secara penuh. Aji menambahkan, proses pemeliharaan ini turut menekan angka PAD dari sektor olahraga.
“Masih ada venue yang dalam tahap perbaikan, sehingga penggunaannya terbatas dan mempengaruhi PAD,” jelasnya.
Kendati demikian, Dispora tetap membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menggunakan fasilitas olahraga yang masih beroperasi, terutama untuk aktivitas rutin dan kegiatan komunitas.
Aji berharap setelah seluruh perbaikan selesai, optimalisasi penggunaan venue dapat kembali dicapai dan berpengaruh positif terhadap pendapatan daerah.
“Setelah semua rampung, kami berharap target PAD dapat kembali tercapai dan venue bisa melayani masyarakat maupun atlet secara maksimal,” tutupnya.






