Kutai Kartanegara – Dispora Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menggeser pola pembinaan kewirausahaan pemuda dengan pendekatan yang lebih mendalam dan berorientasi pada pendampingan jangka panjang. Tidak lagi sekadar menggelar pelatihan, Dispora kini membangun ekosistem baru yang memungkinkan wirausaha muda bertumbuh melalui proses klinis yang terukur.
Kepala Bidang Kepemudaan dan Kewirausahaan Dispora Kukar, Derry Wardana, menyebutkan bahwa 2025 menjadi tahun konsolidasi metode pembinaan. Fokus diarahkan pada pemetaan kebutuhan usaha pemula, penguatan fondasi bisnis, serta pembiasaan pola pikir kewirausahaan yang lebih strategis.
“Kami ingin pembinaan ini tidak lagi berhenti pada pelatihan. Pemuda harus didampingi hingga benar-benar siap menjalankan usahanya secara mandiri,” kata Derry, Selasa (18/11/25).
Dalam pendekatan baru ini, peserta difasilitasi untuk mengetahui arah dan potensi usahanya melalui asesmen mendetail. Mulai dari kemampuan mengelola keuangan, merancang strategi pemasaran, hingga memanfaatkan digitalisasi sebagai sarana pengembangan usaha.
Dispora Kukar juga memperkuat Program Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri sebagai ruang pembelajaran intensif. Program ini dirancang untuk memonitor perjalanan usaha selama satu hingga dua tahun sebelum bantuan diberikan, sehingga setiap intervensi yang masuk sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.
“Kami ingin memastikan usaha mereka tidak berhenti di tengah jalan. Karena itu, klinik menjadi tahap penting dalam mengukur kesiapan mereka sebelum menerima dukungan lanjutan,” ujarnya.
Sejak diterapkan, pola baru ini semakin menguatkan kemitraan Dispora dengan lebih dari 2.000 pelaku UMKM. Istilah “mitra” sengaja dipilih untuk menekankan bahwa kedua pihak berjalan sejajar dalam mengembangkan jejaring usaha pemuda di Kukar.
Derry optimistis transformasi pola pembinaan ini akan melahirkan generasi wirausaha muda yang lebih adaptif, berkarakter kuat, dan mampu mendorong ekonomi lokal menuju Kukar yang mandiri serta berdaya saing tinggi.






