Pemkab Kutim Susun Alur Pendanaan Bertahap MYC 2026–2028

Kutai Timur, Rilismedia.co — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), mulai merinci arah pendanaan pembangunan jangka menengah.

Skema Multiyears Contract (MYC) 2026–2028 resmi disiapkan dengan total nilai Rp 2,1 triliun, dan pembiayaannya akan dibagi bertahap sesuai kapasitas keuangan daerah.

Bacaan Lainnya

Dalam rencana yang dipresentasikan ke DPRD Kutim itu, pendanaan dimulai pada 2026 dengan porsi Rp 600 miliar.

Tahun berikutnya naik menjadi Rp 900 miliar, sementara sisa anggaran akan dituntaskan pada 2028.

Pembagian ini, menurut pemerintah, disesuaikan dengan tahapan teknis proyek yang tidak bisa diselesaikan dalam satu tahun anggaran.

Kepala Bappeda Kutim, Noviari Noor, mengatakan tahun pertama akan diisi pekerjaan dasar seperti pembukaan akses, land clearing, dan penyiapan fondasi.

Tahun kedua menjadi masa konstruksi besar-besaran, sedangkan penyelesaian fisik dilakukan pada tahun ketiga.

“Pembagian ini adalah hitungan teknis. Kita pastikan pengerjaan berjalan sesuai tahapan supaya proyek tidak menumpuk di akhir periode,” ujar Noviari usai hearing dengan DPRD Kutim, Kamis (13/11/2025).

Ia menyebut skema bertahap tersebut penting untuk menjaga keseimbangan fiskal, apalagi MYC menuntut kepastian pendanaan jangka panjang.

Karena itu, pembahasan dengan DPRD menjadi ruang untuk menakar kesiapan anggaran tanpa mengganggu kebutuhan sektor lain seperti pendidikan, kesehatan, dan pelayanan dasar.

Selain infrastruktur jalan, sejumlah proyek juga diarahkan pada pengembangan pelabuhan serta fasilitas pendukung kawasan strategis.

Pemerintah menargetkan pekerjaan awal dapat mulai berjalan pada 2026, bergantung pada hasil pembahasan anggaran bersama legislatif.

Menurut Noviari, skema MYC bukan hanya soal pembiayaan, tetapi juga tentang menjaga ritme pembangunan agar tidak terputus di tengah jalan.

Ia menegaskan bahwa Kutai Timur membutuhkan model pendanaan yang terstruktur, untuk menjawab pemerataan pembangunan antar Kecamatan.

“Dengan pola anggaran yang jelas dari awal, kami ingin memastikan pembangunan berjalan terarah, konsisten, dan benar-benar memberi dampak bagi masyarakat Kutai Timur,” pungkasnya. (Adv-Diskominfo Kutim/andika)

Pos terkait