Rilismedia.co – Samarinda. Kenaikan harga beras dalam beberapa bulan terakhir ini mendapat banyak sorotan, hal tersebut terjadi bukan tanpa sebab, pemerintah seolah dibuat tak berdaya, karena harga beras terus melambung.
Diinformasikan, berdasarkan pantauan media ini, untuk saat ini saja beras merek Cap Jempol yang biasanya dijual dengan harga Rp. 290 ribu sampai Rp. 310 ribu per karung ukuran 20 kilogram. Sekarang, dijual dengan harga mencapai Rp. 375 ribu sampai Rp. 380 ribu. Naik sekira Rp. 85 ribu dari harga biasanya.
Hal tersebut direspon pula oleh Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Kamaruddin, ia menjelaskan kondisi tersebut membuat masyarakat semakin menjerit. Pasalnya, harga sejumlah kebutuhan pokok lainnya juga sudah melambung. Di sisi lain, dampak kenaikan harga beras tidak hanya dialami masyarakat umum, namun seluruh kalangan.
“Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Komisi II DPRD Samarinda akan segera memanggil satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan agen beras di Samarinda. Guna mengurai permasalah dibalik naiknya harga beras secara terus-terusan,” ucapnya.
Menurutnya, kenaikan harga beras terjadi karena stok terbatas akibat gagal panen petani. Dimana, hal ini tidak hanya terjadi di Samarinda, namun secara nasional.
Lebih lanjut, Kamaruddin menjelaskan untuk menyokong ketersediaan sesungguhnya pemerintah mulai mengimpor sebanyak 3 juta ton beras dari Thailand. Namun, apabila hingga saat ini harga beras masih melambung, ia menduga ada permainan harga.
“Sudah banyak laporan yang masuk. Nanti secepatnya kita lakukan pemanggilan SKPD dan agen-agen beras di Samarinda. Mungkin sekarang masih sibuk urus pemilu,” tutupnya. (DR)






