TENGGARONG, Rilismedia.co- Dedikasi para guru ngaji di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar. Melalui Program Guru Ngajiku, Pemkab Kukar menyiapkan insentif bagi guru ngaji yang memenuhi kualifikasi dan dinyatakan layak berdasarkan hasil sertifikasi.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, usai menghadiri kegiatan Sertifikasi dan Munaqosyah Akbar Guru Mengaji se-Kabupaten Kukar yang berlangsung di Pendopo Wakil Bupati Kukar, Tenggarong, Sabtu (17/10).
Sunggono menjelaskan, sertifikasi tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan para guru ngaji penerima insentif benar-benar memiliki kompetensi sesuai standar yang ditetapkan.
“Harapannya, sebagaimana yang diinginkan Pak Bupati, melalui Program Terima Kasih Guru Ngajiku ini, dengan adanya sertifikasi, guru ngaji yang dinyatakan berhak mendapatkan insentif dari pemerintah daerah benar-benar mereka yang memenuhi kualifikasi, terstandardisasi dan diakui,” ujar Sunggono.
Ia mengatakan, besaran insentif yang disiapkan Pemkab Kukar sekitar Rp250 ribu per bulan. Namun, pemberian insentif tersebut tetap menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
“Besaran insentif yang kita tetapkan itu hampir Rp250 ribu per bulan dan nanti tergantung kemampuan keuangan daerah,” katanya.
Menurut Sunggono, hasil sertifikasi dan munaqosyah menjadi salah satu dasar dalam menentukan guru ngaji yang memenuhi persyaratan untuk menerima insentif tersebut.
“Mana-mana yang sudah memenuhi syarat kita kasih insentif,” tegasnya.
Sunggono menambahkan, sertifikasi guru ngaji ini dilakukan secara bertahap di seluruh kecamatan di Kukar. Pelaksanaannya diawali dari Kecamatan Sangasanga, kemudian dilanjutkan secara berurutan di kecamatan lainnya.
Pada tahap pertama yang berlangsung Sabtu ini, sebanyak 273 guru ngaji mengikuti kegiatan sertifikasi dan munaqosyah. Sementara itu, secara keseluruhan terdapat sekitar 500 guru ngaji yang dipersiapkan mengikuti proses sertifikasi dalam rangkaian kegiatan tersebut.
“Dan hari ini sebenarnya tahapan pertama sebanyak 273 dari kurang lebih 500. Sisanya sampai besok,” jelas Sunggono.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar. Para ustaz, ustazah, serta pengampu yang mendampingi peserta juga diharapkan selalu diberikan kesehatan sehingga proses sertifikasi dapat diselesaikan dengan baik.
Pelaksanaan kegiatan tersebut tidak terlepas dari peran Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) di tingkat kabupaten dan kecamatan, serta organisasi yang menjadi mitra penyelenggara.
Sunggono menjelaskan, kerja sama tersebut merupakan bentuk komitmen bersama dalam melakukan identifikasi, fasilitasi hingga pelaksanaan sertifikasi guru ngaji di lapangan.
“Kerja sama itu adalah komitmen dari LPTQ bersama BKPAKSI sebagai penyelenggara. LPTQ merupakan inisiator, sementara BKPAKSI yang menyelenggarakan,” ujarnya.
Ia menambahkan, LPTQ tingkat kecamatan turut berperan dalam memfasilitasi para guru ngaji yang mengikuti proses tersebut. Para pengurus LPTQ kecamatan juga hadir dalam kegiatan sertifikasi untuk menyaksikan langsung guru ngaji yang sebelumnya mereka fasilitasi di masing-masing wilayah.
Di sisi lain, Sunggono mengapresiasi peran para Sekretaris Camat (Sekcam) yang juga dipercaya sebagai ketua LPTQ kecamatan. Menurutnya, dukungan mereka menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan program berjalan hingga ke tingkat kecamatan.
“Secara khusus saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman Sekcam sebagai ketua LPTQ kecamatan yang semuanya telah mampu membantu dan memfasilitasi kegiatan di tingkat kecamatan,” katanya.
Sementara itu, proses sertifikasi juga melibatkan AMM Yogyakarta. Sunggono berharap kerja sama tersebut dapat menghasilkan guru ngaji yang tidak hanya mendapatkan pengakuan secara internal di Kukar, tetapi juga memiliki kompetensi yang dapat diakui secara lebih luas.
“Setelah itu kerja sama dengan AMM Yogyakarta, insyaallah kita melaksanakan sertifikasi kepada mereka semua,” tuturnya.
Program ini diharapkan menjadi langkah Pemkab Kukar untuk memberikan penghargaan yang lebih terarah kepada para guru ngaji. Tidak hanya berupa bantuan insentif, tetapi juga melalui peningkatan kualitas dan standar kompetensi sehingga peran mereka dalam membina pendidikan Al-Qur’an di tengah masyarakat semakin kuat.






