Internet Desa Terpenuhi, Diskominfo Kutim Dorong Merdeka Sinyal

KUTIM, Rilismedia.co — Pemenuhan konektivitas internet di wilayah pemerintahan desa Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadi salah satu tahapan dalam penguatan layanan digital daerah. Saat ini, akses internet untuk kebutuhan administrasi telah tersedia di 139 desa dan dua kelurahan.

Namun, akses tersebut masih diarahkan terutama untuk menunjang aktivitas pemerintahan di kantor desa dan kelurahan. Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutim selanjutnya berupaya mengoptimalkan jaringan yang tersedia agar dukungan konektivitas dapat terus diperkuat.

Kepala Diskominfo Staper Kutim Ronny Bonar H. Siburian mengatakan, penyediaan akses internet bagi pemerintahan desa memang menjadi bagian dari kebutuhan dasar dalam menjalankan administrasi berbasis digital.

“Kalau bicara akses internet, untuk 139 desa dan dua kelurahan saat ini sudah terpenuhi. Namun, perlu dijelaskan bahwa akses tersebut berada di kantor desa dan kelurahan,” kata Ronny saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (30/9/26).

Menurutnya, konektivitas tersebut untuk sementara difokuskan pada kebutuhan pemerintahan. Jaringan internet digunakan untuk mendukung berbagai aktivitas administrasi yang membutuhkan akses digital.

Cakupan tersebut tersebar di 18 kecamatan yang terdiri atas 139 desa dan dua kelurahan. Selain itu, Kutim juga memiliki 11 desa persiapan yang menjadi bagian dari tantangan pengembangan konektivitas di wilayah dengan cakupan geografis cukup luas.

Penguatan jaringan juga mendapat dukungan melalui program Gratispol Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk internet desa. Program tersebut menjadi salah satu dukungan yang dapat dimanfaatkan dalam memperkuat konektivitas di Kutim.

Di sisi lain, Diskominfo Staper mulai mengoptimalkan kerja sama dengan provider yang tersedia. Salah satu langkahnya dilakukan melalui pembahasan bersama Telkomsel Group dan Bupati Kutim mengenai pola kerja yang dapat diterapkan untuk mendukung kebutuhan jaringan.

Ronny mengatakan, pemanfaatan provider menjadi salah satu bagian yang terus didorong agar pengembangan konektivitas tidak berhenti pada penyediaan akses di kantor pemerintahan.

“Yang kami coba adalah bagaimana menggunakan dan memanfaatkan provider yang ada. Salah satunya untuk membantu pencapaian program Merdeka Sinyal,” ujarnya.

Program Merdeka Sinyal menjadi salah satu arah penguatan konektivitas yang ingin didorong Diskominfo Staper. Dengan wilayah Kutim yang luas, pengembangan jaringan dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi masing-masing wilayah.

Pemenuhan akses yang telah berjalan di 139 desa dan dua kelurahan menjadi bagian dari tahapan awal. Selanjutnya, optimalisasi jaringan dan pemanfaatan provider diarahkan untuk memperkuat konektivitas digital di wilayah Kutim.

“Penguatan konektivitas akan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan dan kondisi yang ada,” tandasnya. (Dit/adv/Kutim)

Pos terkait