Dishub Kutim Rutin Atur Lalu Lintas Pagi, 20 Personel Disiagakan

KITIM, Rilismedia.co — Dinas Perhubungan Kabupaten Kutai Timur (Dishub Kutim) rutin melakukan pengaturan lalu lintas pada pagi hari di Kota Sangatta dengan menyiagakan personel di sejumlah titik.

Saat ini, sebanyak 20 personel disiapkan untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan saat aktivitas masyarakat mulai meningkat.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Kutim melalui Kepala Seksi Lalu Lintas, Zulkarnain, mengatakan pengaturan pagi menjadi bagian dari pelaksanaan penjagaan lalu lintas di wilayah perkotaan. Aktivitas pekerja dan pelajar menjadi salah satu faktor yang membuat arus kendaraan meningkat pada jam tersebut.

“Kalau pagi sudah jelas kami untuk pengaturan lalu lintas, mengurai kemacetan berlalu lintas di jalan,” ujar Zulkarnain, Minggu (4/10/26).

Pengaturan dilakukan untuk menjaga arus kendaraan tetap bergerak ketika mobilitas masyarakat meningkat. Kehadiran petugas di lapangan menjadi bagian dari upaya mengantisipasi kepadatan sekaligus membantu pengguna jalan melewati titik-titik yang membutuhkan pengaturan.

Dalam pelaksanaannya, personel tidak seluruhnya ditempatkan pada fungsi yang sama. Sebagian ditugaskan untuk mengawasi pergerakan kendaraan alat berat pada akses masuk kota.

“Saya turunkan personel 20. Cuma sisanya, 20 itu tidak semua 20, tapi saya ambil empat orang untuk penjagaan pintu masuk alat berat,” jelasnya.

Empat personel tersebut ditempatkan untuk memastikan kendaraan pengangkut alat berat tidak masuk dan melintas di dalam kawasan perkotaan. Sementara personel lainnya menjalankan pengaturan arus lalu lintas sesuai kebutuhan di lapangan.

Pembagian tugas itu memungkinkan pengawasan terhadap kendaraan berat tetap berjalan tanpa mengurangi fungsi utama petugas dalam mengurai kepadatan lalu lintas pagi. Dengan demikian, dua kebutuhan pengaturan dapat dilakukan secara bersamaan.

Pengaturan lalu lintas pagi tersebut juga telah menjadi bagian dari aktivitas Dishub Kutim dalam menjaga mobilitas masyarakat di Sangatta. Dalam pemberitaan Pemkab Kutim pada 2 Oktober 2026, Dishub menyebut pengaturan pagi dilakukan secara rutin untuk mengantisipasi kepadatan yang muncul akibat aktivitas pekerja dan pelajar.

Selain pengaturan di kawasan perkotaan, Dishub Kutim pada periode yang sama juga menyiapkan penambahan penjagaan di wilayah Bengalon. Namun, pengawasan di Bengalon berkaitan dengan kondisi jembatan dan akan menjadi bagian tersendiri dari pengaturan lalu lintas di wilayah tersebut.

Zulkarnain mengatakan pengaturan lalu lintas tetap menyesuaikan kebutuhan di lapangan. Penempatan personel dapat diarahkan pada titik yang membutuhkan kehadiran petugas agar arus kendaraan tetap terkendali.

“Dengan penjagaan rutin pada pagi hari dan pembagian personel sesuai fungsi, Dishub Kutim berupaya menjaga kelancaran mobilitas masyarakat di Sangatta, terutama ketika aktivitas pekerja dan pelajar berlangsung bersamaan,” tandasnya.(dit/adv/Kutim)

Pos terkait