Dishub Kutim Kaji Peluang Bandara Tanjung Bara Layani Penerbangan Umum

KUTIM, Rilismedia.co — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur membuka peluang pengembangan Bandara Tanjung Bara agar ke depan dapat melayani penerbangan umum. Rencana tersebut diarahkan untuk memperluas akses transportasi udara bagi masyarakat sekaligus mendukung kebutuhan mobilitas pemerintahan dan aktivitas ekonomi.

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kutai Timur, Masrianto Suriansyah, mengatakan pengembangan konektivitas udara menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah. Namun, peluang perubahan fungsi pelayanan Bandara Tanjung Bara masih harus melalui kajian dan pemenuhan berbagai persyaratan.

Bacaan Lainnya

“Untuk melihat dan menimbang analisa rencana ke depan, pengembangan Bandara Tanjung Bara ini dapat melayani penerbangan umum yang masuk dalam program prioritas,” ujarnya, Kamis (3/9/26).

Masrianto menjelaskan, Dishub telah berkomunikasi dengan manajemen PT Kaltim Prima Coal (KPC) terkait kemungkinan pengembangan bandara tersebut. Saat ini, kajian dilakukan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) atas inisiatif manajemen KPC.

“Dinas Perhubungan melihat melalui arahan Bapak Bupati, kami sudah melakukan komunikasi dengan tim manajemen dari PT KPC dan alhamdulillah sekarang sedang berjalan kajian yang dilakukan oleh ITB yang dipelopori oleh manajemen PT KPC,” kata Masrianto.

Kajian itu diperlukan untuk menilai berbagai kemungkinan pengembangan Bandara Tanjung Bara, termasuk kelayakannya apabila diarahkan untuk melayani penerbangan umum. Karena itu, Masrianto menegaskan bahwa rencana tersebut belum sampai pada tahap kepastian menjadikan Tanjung Bara sebagai bandara komersial.

Pengembangan bandar udara masih harus mempertimbangkan persyaratan teknis, regulasi, keselamatan penerbangan, serta kesiapan pembiayaan. Dengan demikian, hasil kajian akan menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya.

Dari sisi pembiayaan, pemerintah daerah membuka peluang kerja sama dengan sejumlah pemangku kepentingan. Salah satu skema yang dibahas ialah dukungan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR).

“Tentu dalam rangka peningkatan pelayanan transportasi udara ini, sesuai arahan Bapak Bupati, untuk pembiayaannya kita bekerja sama dengan stakeholder melalui TJSL dan CSR,” ujarnya.

Dishub Kutim saat ini juga masih merampungkan proposal pengembangan tersebut sebelum disampaikan kepada pemerintah daerah. Proposal itu nantinya dilaporkan kepada Wakil Bupati Kutai Timur selaku ketua.

“Saat ini kami sedang merampungkan proposal untuk kami laporkan kepada Bapak Wakil Bupati selaku ketua,” katanya.

Masrianto menilai pengembangan konektivitas udara penting bagi Kutai Timur yang memiliki wilayah luas dan kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang.

“Apabila hasil kajian nantinya merekomendasikan pengembangan untuk penerbangan umum, Bandara Tanjung Bara berpotensi menambah pilihan akses udara dari dan menuju Kutai Timur,” tandasnya. (Dit/ADV/Kutim)

Pos terkait