KUTIM, Rilismedia.co — Pemerintah Desa Karya Bhakti, Kecamatan Muara Wahau, menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai salah satu bagian penting dalam arah pembangunan desa. Pendidikan nonformal, pemberdayaan pemuda hingga pengembangan olahraga dan seni budaya terus didorong sebagai ruang untuk meningkatkan kualitas generasi muda.
Kepala Desa Karya Bhakti, Slamet Suwito, mengatakan pembangunan desa tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik. Menurutnya, peningkatan kualitas masyarakat, khususnya generasi muda, juga menjadi investasi penting bagi masa depan desa.
“Pembangunan itu bukan hanya jalan, bangunan atau fasilitas. Sumber daya manusianya juga harus kita siapkan. Anak-anak muda ini nantinya yang akan melanjutkan pembangunan desa, sehingga mereka harus diberikan ruang untuk belajar, berorganisasi dan mengembangkan kemampuannya,” kata Slamet saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Sabtu (26/9/2026).
Pemdes Karya Bhakti terus berupaya meningkatkan pembangunan pendidikan nonformal berbasis lingkungan dalam rangka menciptakan generasi desa yang lebih baik.
Desa juga mendorong pemberdayaan pemuda melalui Karang Taruna, terutama dalam bidang olahraga, seni dan budaya.
Menurut Slamet, pendidikan tidak selalu harus berlangsung melalui ruang kelas. Berbagai kegiatan sosial, organisasi dan kemasyarakatan juga dapat menjadi tempat bagi generasi muda untuk belajar bertanggung jawab dan bekerja bersama.
“Pendidikan nonformal itu juga penting. Anak muda bisa belajar banyak dari kegiatan di masyarakat, bagaimana bekerja sama, bertanggung jawab, menyampaikan pendapat sampai belajar memimpin. Hal-hal seperti ini yang ingin terus kita dorong,” ujarnya.
Keberadaan Karang Taruna menjadi salah satu bagian penting dalam upaya tersebut. Selain menjadi organisasi kepemudaan, Karang Taruna dapat menjadi wadah bagi anak muda untuk terlibat langsung dalam berbagai kegiatan masyarakat.
Peran tersebut terlihat dalam sejumlah agenda Desa Karya Bhakti. Pada peringatan HUT RI ke-80 tahun 2025, misalnya, kegiatan desa dikoordinasikan oleh ketua panitia yang juga berasal dari Karang Taruna.
Kemudian pada Juli 2026, pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Karang Taruna, PKK dan unsur masyarakat turut terlibat dalam pembentukan panitia peringatan HUT RI ke-81 sekaligus HUT Desa Karya Bhakti ke-29.
Keterlibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan tersebut dinilai menjadi bagian dari proses pembelajaran. Mereka tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam perencanaan maupun pelaksanaan kegiatan.
“Kita ingin pemuda jangan hanya menjadi penonton. Kalau ada kegiatan desa, kita libatkan. Mereka diberikan tanggung jawab supaya punya pengalaman. Dari situ mereka belajar bagaimana mengelola kegiatan dan bekerja bersama masyarakat,” kata Slamet.
Selain melalui organisasi kepemudaan, potensi pengembangan sumber daya manusia juga diperluas dengan memberikan ruang partisipasi kepada anak.
Pemdes Karya Bhakti memuat kegiatan pembentukan Forum Anak tingkat desa se-Kecamatan Muara Wahau. Forum tersebut diarahkan menjadi wadah partisipasi dan perlindungan anak yang dikelola oleh anak-anak, sekaligus tempat belajar berorganisasi serta menjalankan peran sebagai pelopor dan pelapor.
Keberadaan ruang seperti Forum Anak menjadi penting karena proses pembangunan sumber daya manusia dapat dimulai sejak usia dini. Anak-anak tidak hanya menjadi penerima program pembangunan, tetapi juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan serta mengenal kehidupan organisasi.
Arah tersebut melengkapi potensi Karya Bhakti yang selama ini tidak hanya bertumpu pada wilayah maupun sumber daya ekonomi.
Dengan jumlah penduduk mencapai 2.801 jiwa berdasarkan data yang ditampilkan dalam laman resmi desa, investasi terhadap kualitas manusia menjadi salah satu bagian penting dalam pembangunan jangka panjang.
Penguatan pendidikan nonformal, organisasi pemuda, olahraga, seni budaya hingga ruang partisipasi anak dapat menjadi modal bagi desa untuk mempersiapkan generasi yang mampu terlibat aktif dalam pembangunan.
Slamet berharap generasi muda Karya Bhakti dapat terus mengembangkan potensi masing-masing sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan desanya.
“Harapan kami anak-anak muda Karya Bhakti punya kemampuan, kreativitas dan kemauan untuk maju. Tetapi yang tidak kalah penting, mereka juga punya kepedulian terhadap desa. Kalau generasi mudanya aktif dan mau bersama-sama membangun, itu menjadi kekuatan besar bagi Karya Bhakti ke depan,” tuturnya. (Dit/ADV/KUTIM).






