Kutai Timur, Rilismedia.co — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) kembali menggelar Focus Group Discussion (FGD) penyusunan Masterplan Pendidikan 2026–2030, sebagai langkah strategis untuk memperkuat arah pembangunan sektor pendidikan.
Kegiatan berlangsung di Hotel Royal Victoria Sangatta, Jumat (21/11/2025), melibatkan DPRD Kutim, akademisi, dan sejumlah perusahaan swasta yang turut mengambil peran dalam dukungan pembangunan.
FGD ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono. Ia menegaskan bahwa penyusunan masterplan menjadi bagian penting untuk merumuskan kebijakan pendidikan lima tahun ke depan.
Menurutnya, dokumen tersebut akan menjadi pedoman utama dalam perencanaan program prioritas, terutama terkait peningkatan layanan pendidikan mulai dari wilayah perkotaan hingga pedalaman.
“FGD ini adalah forum bersama untuk menyamakan persepsi. Kita ingin arah pendidikan Kutai Timur lima tahun ke depan berdiri pada fondasi yang kuat,” kata Mulyono saat membuka kegiatan.
Ia menjelaskan bahwa penyusunan masterplan membutuhkan analisis berbasis data dan masukan terukur dari berbagai pihak.
Karena itu, keterlibatan DPRD, akademisi, dan pihak swasta menjadi sangat penting. Dalam forum diskusi tersebut, berbagai isu strategis dibahas, seperti pemenuhan sarana prasarana pendidikan, peningkatan kualitas guru, pembenahan kebijakan manajemen sekolah, serta strategi pemerataan akses pendidikan.
Di sisi lain, FGD ini juga menjadi ajang evaluasi atas pencapaian program pendidikan sebelumnya, sekaligus menjadi ruang untuk mengidentifikasi hambatan teknis maupun nonteknis yang dapat mengganggu implementasi kebijakan ke depan.
Mulyono berharap masterplan yang nantinya disusun dapat menjadi dokumen yang realistis, adaptif, serta dapat diimplementasikan secara konsisten.
“Dokumen masterplan ini nantinya, bukan hanya untuk memenuhi ketentuan perencanaan, tetapi benar-benar harus menuntun arah transformasi pendidikan Kutim,” pungkasnya. (Adv-Diskominfo Kutim/Andika)






