Kutai Timur, Rilismedia.co — Festival Pesona Budaya Kutai Timur 2025 tidak hanya menjadi panggung seni, tetapi juga berkah ekonomi bagi para pelaku UMKM lokal.
Puluhan booth UMKM tampak diserbu pengunjung, sejak hari pertama festival digelar.
Produk makanan tradisional, kerajinan tangan, batik etnik Kutim, hingga produk anyaman menjadi favorit pengunjung.
Banyak pelaku UMKM mengaku penjualan mereka meningkat tajam selama festival, bahkan ada yang stok barangnya habis hanya dalam dua hari.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, mengatakan bahwa keberadaan UMKM dalam festival bukan pelengkap, tetapi bagian penting dari konsep budaya yang terpadu dengan ekonomi kreatif.
“Seni dan ekonomi kreatif tidak bisa dipisahkan. Keduanya saling menguatkan,” ujarnya.
Menurutnya, festival ini membuktikan bahwa budaya dapat menjadi motor ekonomi daerah, khususnya bagi pelaku UMKM skala kecil yang membutuhkan ruang promosi.
Pemkab Kutim juga berencana memperluas jumlah UMKM, yang dilibatkan pada festival tahun depan.
Mulyono menilai respon pengunjung sangat positif dan perlu dimaksimalkan, untuk menumbuhkan minat masyarakat terhadap produk lokal.
Banyak UMKM mengatakan bahwa, festival ini membantu mereka membangun jaringan baru, termasuk pesanan dari luar Sangatta.
Selain itu, Disdikbud Kutim sedang menyiapkan program pemberdayaan UMKM berbasis budaya untuk tahun 2026, yang akan menghubungkan produk kreatif dengan sektor pariwisata daerah.
“Kita ingin ekonomi kreatif Kutim bergerak bersama budaya, tidak berdiri sendiri,” tukasnya. (Adv-Diskominfo Kutim/Andika)






