Kutai Timur, Rilismedia.co – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutai Timur mempertegas langkah implementasi Instruksi Bupati mengenai pengurangan sampah dari sumbernya, dan dalam kebijakan tersebut, sektor pendidikan ditempatkan sebagai poros utama perubahan.
Kepala Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kutim, Nurrahmi Asmalia, menegaskan bahwa sekolah merupakan ruang strategis untuk membentuk pola pikir baru dalam pengelolaan sampah.
“Sekolah adalah lingkungan yang setiap hari menghasilkan sampah, tetapi sekaligus tempat paling efektif untuk membangun kebiasaan baik,” ujar Nurrahmi.
DLH menekankan bahwa seluruh sekolah wajib melakukan pemilahan sampah di tingkat sumber, mulai dari ruang kelas, halaman, hingga kantin.
Sampah organik didorong untuk dikelola menjadi kompos melalui metode sederhana, sementara sampah anorganik dialirkan ke bank sampah sekolah atau bank sampah Kecamatan.
Nurrahmi menyebut bahwa, sistem ini tidak hanya mengurangi timbunan sampah, tetapi juga mendidik siswa memahami nilai ekonomi sampah.
Selain itu, DLH mendorong sekolah meniadakan penggunaan plastik sekali pakai, terutama yang bersumber dari kantin sekolah.
Nurrahmi menjelaskan bahwa kebijakan ini menjadi langkah penting, untuk menekan sampah plastik yang selama ini mendominasi volume sampah anorganik.
Untuk mendukung implementasi, DLH menyiapkan pendampingan teknis secara berkala, termasuk pelatihan klasifikasi sampah, pencatatan transaksi bank sampah, manajemen keuangan sederhana, serta tim monitoring untuk memastikan standar tetap berjalan.
Menurut DLH, kebijakan ini juga sejalan dengan target nasional pengurangan sampah melalui partisipasi aktif masyarakat dan institusi pendidikan.
Dengan adanya integrasi antara bank sampah sekolah dan bank sampah Kecamatan, proses daur ulang diharapkan lebih efektif dan memiliki nilai ekonomi yang berkelanjutan.
“Sekolah adalah titik paling efektif membangun budaya baru. Jika sekolah berubah, maka masyarakat ikut berubah,” tegas Nurrahmi Asmalia, mengakhiri. (Adv-Diskominfo Kutim/Saif)






