Rilisemdia.co – Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengakui ancaman global di engah perang yang sedang bekecamuk di timur tengah. Tak terkecuali Indonesia harus bersiap menghadapi ancaman krisis global akibat meluasnya perang hingga Eropa.
Hal tersebut disampaikan saat peresmian 218 jembatan dari Hambalang, Bogor, Senin, 9 Maret.
Di tengah acara terkait infrastruktur itu, Presiden Prabowo justru menyisipkan pesan dunia sedang tidak baik-baik saja, dan Indonesia tak kebal dari dampaknya.
“Beberapa saat yang lalu kita menyadari ada perang di Eropa, di Ukraina. Sekarang hampir seluruh Timur Tengah terkena,” kata Prabowo.
Ia menegaskan, walau Indonesia jauh dari pusat konflik, efeknya tetap bisa memukul dalam negeri. Karena itu, pemerintah harus siap menghadapi tekanan yang datang dari luar.
Prabowo juga mengaku tidak ingin menutup-nutupi keadaan. Ia bahkan menyatakan akan memberi taklimat kepada seluruh rakyat Indonesia dalam waktu dekat.
“Kita harus siap menghadapi kesulitan,” ujarnya.
Selain itu, Prabowo juga menyoroti problem di dalam negeri. Ia menyebut masih ada kekurangan para pejabat, birokrat, dan petugas. Ia juga menegaskan korupsi dan permainan pengusaha nakal telah membuat banyak kekayaan bangsa hilang.
“Harus memerangi korupsi di setiap tingkat, korupsi, penipuan dengan pengusaha-pengusaha nakal,” kata Prabowo.
Meski begitu, presiden menegaskan Indonesia tetap berada di jalur nonblok dan menghormati semua negara. Sikap itu, menurut dia, menjadi modal agar Indonesia tetap tegak di tengah dunia yang sedang goyah.






