Kutai Kartanegara — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara terus memperluas akses masyarakat terhadap sarana latihan melalui pendekatan kolaboratif. Strategi ini ditempuh untuk memastikan pengembangan olahraga tidak hanya terpusat di perkotaan, tetapi juga menjangkau desa-desa dan kecamatan.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menegaskan bahwa pembangunan fasilitas dan pembinaan atlet membutuhkan partisipasi banyak pihak. Pemerintah kabupaten, menurutnya, tidak bisa bekerja sendiri apabila ingin melihat perkembangan olahraga yang merata.
“Tanpa kontribusi beragam unsur, pembinaan tidak akan maksimal. Karena itu, kerja sama lintas pihak menjadi fondasi penting bagi penguatan prestasi olahraga di Kukar,” ujar Aji, Rabu (3/12/2025).
Ia menjelaskan bahwa Dispora telah melakukan berbagai peningkatan fasilitas dalam beberapa tahun terakhir, termasuk renovasi lapangan dan pemasangan karpet baru. Upaya tersebut dimaksudkan agar masyarakat memiliki tempat latihan yang lebih layak.
“Kami memperbaiki sejumlah fasilitas agar masyarakat dapat berlatih dengan lebih nyaman dan aman,” katanya.
Namun demikian, Aji menekankan bahwa pemerintah desa dan kelurahan memiliki peranan yang tidak kalah penting. Karena berada paling dekat dengan warga, mereka dianggap lebih mampu memastikan kegiatan olahraga berlangsung rutin.
“Desa dan kelurahan harus aktif mendorong kegiatan olahraga. Mereka yang paling dekat dengan masyarakat,” lanjutnya.
Selain itu, sektor swasta juga diharapkan terlibat lebih jauh. Ia menilai bahwa dukungan perusahaan dapat mempercepat gerak pembinaan, terutama di desa yang telah menunjukkan inisiatif seperti mengadakan turnamen dan memperbaiki lapangan bersama komunitas.
Aji percaya bahwa bila seluruh unsur bergerak bersama, pembinaan atlet dapat dilakukan sejak usia dini dengan lebih terarah dan berkesinambungan.
“Kolaborasi yang terus dijaga adalah kunci. Dengan itu, kemajuan olahraga prestasi di Kukar dapat berlangsung lebih cepat dan lebih kuat,” pungkasnya.






