Sangatta, Rilismedia.co – Pelaku usaha olahan nanas di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendapat dukungan penuh dari Dinas Koperasi dan UKM Kutim untuk memperluas pemasaran melalui platform digital.
Upaya ini dilakukan guna mendorong UMKM berbasis nanas di Kecamatan Kaubun dan Batu Ampar agar mampu menembus pasar lebih luas, tidak hanya mengandalkan penjualan konvensional.
Kepala Dinas Koperasi Kutim, Teguh Budi Santoso, mengatakan pendampingan terhadap pelaku usaha dan koperasi terus dilakukan untuk memperkuat kemampuan pemasaran, khususnya di pasar online yang kini semakin kompetitif.
“Pembagusan itu? Kami akan follow up terus,” kata Teguh ketika ditemui di Sangatta, Kamis (13/11/2025).
Ia menjelaskan, transformasi digital menjadi keharusan bagi UMKM agar produk lokal dapat bersaing di tingkat regional maupun nasional. Salah satu strategi yang tengah digenjot ialah pemanfaatan platform TikTok sebagai sarana pemasaran yang dinilai paling efektif saat ini.
“Rekomendasi TikTok terus kami,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, Dinas Koperasi turut membantu membawa sejumlah produk olahan nanas dari sentra produksi di Kaubun untuk diperkenalkan di pusat kota sebagai bagian dari strategi promosi.
“Kemarin kami bawa dari Kaubun,” kata Teguh.
Lebih lanjut ia menjelaskan, sebagian besar produk tersebut menggunakan bahan baku nanas dari Batu Ampar yang dikenal memiliki kualitas rasa unggul dan cocok untuk industri pengolahan. “Untuk takau kalau nanasnya dari Batu Ampar,” tambahnya.
UMKM olahan nanas di Kutim selama ini memproduksi berbagai jenis makanan dan minuman, seperti dodol nanas, selai, manisan, serta minuman fermentasi. Melalui pemasaran digital, pelaku UMKM berpotensi menjangkau pasar yang lebih luas hingga ke luar Kalimantan Timur.
Teguh mengatakan, pihaknya mendorong koperasi untuk mengambil peran sebagai motor produksi sekaligus distribusi, sementara pemasaran digital menjadi alat untuk meningkatkan daya saing.
Dengan strategi tersebut, produk olahan nanas Kutim diharapkan tidak hanya bertahan, namun mampu berkembang menjadi salah satu komoditas unggulan daerah. (adv/diskominfokutim/syaif)






