Kutai Kartanegara — Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pengelolaan fasilitas olahraga di bawah Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar) menunjukkan performa yang solid sepanjang tahun ini. Target penerimaan tahunan sebesar Rp200 juta berhasil dilampaui jauh lebih cepat dari yang diperkirakan.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menyampaikan bahwa akumulasi pendapatan dari sewa venue olahraga telah menembus angka lebih dari Rp400 juta.
Ia memperkirakan capaian tersebut akan merangkak mendekati Rp500 juta pada penutupan tahun anggaran 2025.
“Pendapatan dari pengelolaan fasilitas olahraga tahun ini sudah berada di atas Rp400 juta dan kemungkinan besar mendekati Rp500 juta. Target awal sebesar Rp200 juta sudah terlampaui dengan baik,” tutur Aji Ali, Jumat (5/12/2025).
Kendati hasilnya masih tinggi, Ali menjelaskan bahwa jumlah PAD tahun ini sedikit lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya. Penyebabnya bukan penurunan penggunaan oleh masyarakat, melainkan karena sejumlah venue ditetapkan untuk kepentingan kegiatan pemerintah serta agenda pembinaan atlet seperti Pra Porprov, Porprov, hingga POPDA. Kondisi ini membuat jadwal penyewaan untuk umum lebih sempit dari biasanya.
“Beberapa fasilitas dialokasikan khusus untuk program persiapan event olahraga, sehingga ruang sewa untuk publik berkurang. Ini bagian dari komitmen kami untuk mendukung atlet yang sedang menjalani pemusatan latihan,” jelasnya.
Aji Ali menegaskan bahwa prioritas terhadap kebutuhan atlet adalah keputusan yang tidak dapat ditawar, terutama saat daerah sedang menghadapi agenda olahraga berskala besar. Namun demikian, pihaknya tetap memastikan bahwa target PAD tetap berada pada jalur yang benar.
Menatap tahun 2026, Dispora Kukar tengah menyiapkan langkah optimalisasi pengelolaan venue. Strategi tersebut akan diarahkan pada peningkatan efisiensi operasional dan pemanfaatan ruang tanpa mengurangi kualitas layanan maupun kesiapan fasilitas bagi para atlet.
“Yang terpenting bagi kami adalah pembinaan atlet tetap berjalan maksimal. Sementara itu, PAD tetap bisa terpenuhi,” pungkasnya.






