Gratispoll sebagai penunjang pendidikan atau tameng untuk kemarahan?

Rilismedia.co — Sungguh ironis sekali menyaksikan “pemerataan” Gratispoll di jenjang perkuliahan yang masih seperti teka-teki misteri, kapan kah akhirnya menyeluruh?

Mahasiswa baru (maba) tahun ini saja belum semua kebagian “rezeki” gratisnya, sementara mahasiswa tua yang sudah bertahun-tahun berjuang bayar UKT hanya bisa gigit jari menanti janji manis yang entah kapan terlunasi.

Bacaan Lainnya

Apakah ini benar-benar program untuk mencerdaskan anak bangsa, atau sekadar gimmick pembiayaan SPP/UKT yang setengah hati, di mana kesejahteraan pendidikan hanya jadi slogan kosong di zaman sekarang?

Lebih parah lagi, instruksi Disdikbud yang keluar pertanggal 29 Agustus 2025 yang melarang mahasiswa ikut aksi besar serentak tepat di tanggal 1 September 2025, sungguh timing yang “kebetulan” sekali, ya? Gratispoll ini dijadikan alat jaminan apa, sebenarnya tameng?

Penunjang pendidikan yang tulus, ataukah tali pengikat untuk mengekang suara anak muda yang berani menyuarakan masalah riil seperti ketidakadilan akses pendidikan?

Pemerintah memberikan bantuan sambil mengikat mulut rakyat apakah ini strategi brilian untuk “menjamin kesejahteraan masyarakat”, atau hanya cara licik menutup lubang kritik agar demonstrasi tak mengganggu narasi sukses palsu?

Kami, anak bangsa yang seharusnya dicerdaskan, kini bertanya dengan nada getir, kapan program ini lepas dari stigma “beli diam” dan benar-benar jadi sarana emansipasi pendidikan?

Silahkan jawab wahai Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur masyarakat Kalimantan Timur atau biarlah sejarah yang menilai betapa mahalnya “gratis” yang Anda tawarkan.

Ini merupakan suara kami mahasiswa dalam memberi masukkan, apakah beasiswa hanya untuk menahan para orang terdidik dalam mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat.

Pos terkait