Kutai Kartanegara — Tren olahraga lari di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berkembang pesat. Dalam dua tahun terakhir, jumlah warga yang rutin berlari, baik secara individu maupun melalui kelompok komunitas, menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Fenomena ini dinilai sebagai sinyal positif bagi upaya membangun gaya hidup aktif di tengah masyarakat. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar melihat perkembangan tersebut sebagai peluang untuk memperkuat ekosistem olahraga berbasis partisipasi publik.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengungkapkan bahwa olahraga lari memiliki efek yang luas bagi masyarakat, mulai dari menjaga kebugaran, menurunkan risiko penyakit, hingga menciptakan ruang interaksi sosial yang sehat.
“Kami melihat minat masyarakat untuk berlari semakin tinggi. Ini kabar gembira dan harus kita dorong agar menjadi budaya yang mengakar,” ujar Ali, Senin (1/12/2025).
Ali menegaskan bahwa Dispora Kukar tak hanya fokus pada event besar saja, tetapi juga mendukung kegiatan olahraga yang diinisiasi warga secara mandiri. Gerakan lari pagi, community run, hingga pertemuan rutin komunitas pelari dinilai mampu mempererat hubungan antarwarga sekaligus menjaga konsistensi aktivitas fisik.
“Banyak kegiatan sederhana justru memberi dampak besar. Selain tubuh lebih sehat, kegiatan lari bersama itu juga mempererat persaudaraan masyarakat di berbagai wilayah,” jelasnya.
Untuk memperkuat geliat olahraga tersebut, Dispora Kukar membuka ruang kerja sama dengan komunitas pelari, pemuda desa, sekolah, dan kelompok masyarakat lainnya. Dukungan itu meliputi pembinaan, pendampingan program, hingga upaya menyediakan sarana olahraga yang lebih memadai.
“Target kami adalah memastikan olahraga menjadi rutinitas harian. Lari bisa menjadi sarana untuk membangun karakter: disiplin, semangat, dan kebersamaan,” tambahnya.
Melihat semakin masifnya pertumbuhan komunitas pelari di Kukar, Ali meyakini bahwa daerah ini berpotensi menjadi salah satu pusat pengembangan budaya olahraga yang progresif di Kaltim.
“Jika kolaborasi terus terjaga dan semua pihak saling menguatkan, saya yakin budaya bergerak dan hidup sehat akan menjadi identitas masyarakat Kukar,” tutupnya.






