Samarinda — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara mengambil langkah pengetatan pengawasan di kawasan Stadion Aji Imbut dengan menutup beberapa jalur masuk yang sebelumnya dapat diakses bebas oleh masyarakat. Kebijakan ini diterapkan sebagai upaya menjaga keamanan serta memastikan fasilitas stadion tetap terawat sesuai standar nasional.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menjelaskan bahwa seluruh fasilitas di Stadion Aji Imbut merupakan aset daerah yang membutuhkan biaya perawatan besar. Karena itu, pengelolaan kawasan harus dilakukan lebih disiplin, termasuk pengaturan keluar-masuknya pengunjung.
“Penutupan beberapa titik akses ini merupakan langkah pengamanan. Fasilitas Stadion Aji Imbut berada pada standar nasional, sehingga proses pengawasannya harus dilakukan lebih ketat,” kata Aji Ali, Kamis (27/11/2025).
Sebelum kebijakan diberlakukan, Dispora telah menggelar sosialisasi bersama perangkat desa, kecamatan, serta tokoh masyarakat di sekitar kawasan stadion. Aji Ali memastikan bahwa langkah tersebut tidak bersifat membatasi masyarakat secara total.
“Kami tidak melarang masyarakat masuk, hanya beberapa akses yang dikendalikan. Bila ada kebutuhan darurat, warga tetap dapat masuk melalui koordinasi dengan petugas yang berjaga,” ujarnya.
Saat ini, operasional stadion dibuka mulai pukul 06.00 hingga 23.00. Namun, Dispora Kukar tengah meninjau opsi penyesuaian jam operasional menjadi hingga pukul 22.00 karena jumlah petugas keamanan mengalami pengurangan imbas penyesuaian anggaran.
“Dengan berkurangnya personel keamanan, pengawasan di lapangan menjadi lebih terbatas. Karena itu beberapa titik harus dikontrol lebih ketat,” jelasnya.
Meski kebijakan ini membawa penyesuaian, pihak Dispora bersyukur karena masyarakat tetap mendukung upaya pengamanan yang dilakukan. Penggunaan fasilitas di luar jam operasional masih diperbolehkan selama ada komunikasi terlebih dahulu dengan petugas lapangan.
“Alhamdulillah, masyarakat memahami situasi dan memberikan dukungan. Selama ada koordinasi, penggunaan fasilitas di luar jam operasional tetap bisa difasilitasi,” tutup Aji Ali.






