Dispora Kukar Tegaskan Latihan Dayung di Sungai Mahakam Aman, Jalur Latihan Sudah Dipisah dari Pelayaran

Kutai Kartanegara — Sungai Mahakam terus menjadi lokasi utama pembinaan atlet dayung Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Meski beberapa pihak mempertanyakan aspek keselamatan, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar memastikan bahwa area latihan telah diatur sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu jalur aktivitas kapal.

Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menjelaskan bahwa Sungai Mahakam merupakan arena paling ideal bagi atlet dayung, dan penggunaannya telah diatur melalui koordinasi bersama Dinas Perhubungan (Dishub). Dengan demikian, aktivitas latihan berlangsung pada jalur yang berbeda dari rute pelayaran.

Bacaan Lainnya

“Sungai Mahakam adalah tempat latihan utama untuk dayung. Pengaturan jalur sungai juga sudah diatur oleh Dishub agar tidak mengganggu lalu lintas kapal,” ujar Ali, Jumat (5/12/2025).

Ia menerangkan bahwa pemisahan jalur sungai dilakukan untuk memastikan keamanan. Bagian pinggir sungai difungsikan sebagai lintasan khusus atlet, sementara jalur tengah diperuntukkan bagi kapal barang, kapal penumpang, hingga kapal pengangkut batu bara.

“Latihan dilakukan di jalur tepi sungai. Jalur tengah khusus untuk kapal yang melintas. Selama ini semuanya berjalan aman,” jelasnya.

Atlet dayung Kukar memiliki beberapa alternatif area latihan, seperti kawasan dermaga Pulau Kumala milik Dishub hingga lokasi latihan di Kilometer 5 yang menjadi pangkalan utama klub dayung. Setiap titik dianggap memenuhi kebutuhan latihan, baik untuk pembinaan rutin maupun persiapan menuju pra-Porprov dan Porprov Kalimantan Timur.

“Mereka saat ini fokus menjalani program latihan untuk menghadapi pra-Porprov dan Porprov. Selain persiapan kompetisi, latihan rutin juga penting untuk menjaga kebugaran,” tambah Aji Ali.

Ia juga menyampaikan bahwa danau di area Stadion Aji Imbut pernah digunakan sebagai lokasi latihan nomor perseorangan seperti kano tunggal. Namun, karakteristiknya belum dapat menggantikan keunggulan Sungai Mahakam sebagai lintasan utama.

“Danau Aji Imbut bisa dipakai untuk nomor tunggal, tetapi efektivitasnya belum setara dengan Sungai Mahakam,” tutupnya.

Pos terkait