Disdikbud Kutim Tegaskan Dukungan Penuh terhadap Pelestarian Seni Lokal

Kutai Timur, Rilismedia.co — Kepala Disdikbud Kutai Timur, Mulyono, menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan budaya lokal sebagai fondasi identitas masyarakat Kutim.

Hal tersebut, ia sampaikan dalam penutupan Festival Pesona Budaya 2025 yang berlangsung meriah selama tiga hari.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Mulyono menyampaikan bahwa dukungan Bupati Kutim dan seluruh jajaran pemerintah daerah adalah elemen kunci keberhasilan festival tahun ini.

Menurutnya, pelestarian budaya bukan hanya tugas pemerintah, tetapi kolaborasi antara masyarakat, komunitas seni, dan lembaga pendidikan.

“Kita ingin seni tradisional kita tetap hidup, tetap bernafas, bukan sekadar simbol,” tegasnya.

Ia memuji kerja keras panitia, event organizer, serta Bidang Kebudayaan yang selama berbulan-bulan mempersiapkan festival.

Menurut Mulyono, festival ini mampu menjadi ruang interaksi budaya yang mempertemukan pelaku seni, pemerintah, dan masyarakat umum dalam satu panggung besar.

Berbagai pertunjukan tradisi menjadi highlight festival, khususnya seni tutur “tarsil” dan “cepen tinggilan” yang semakin jarang ditampilkan.

Disdikbud menilai momentum ini sangat penting, agar generasi muda memahami dan mencintai warisan budaya mereka.

Selain itu, Mulyono menyampaikan bahwa Disdikbud telah menyiapkan program strategis 2026, salah satunya pelatihan khusus pelatih seni tradisional.

Pelatihan akan digelar untuk pelatih, dari wilayah pesisir sampai pedalaman.

“Kita ingin ada regenerasi pelaku seni yang terarah, bukan sekadar berjalan alamiah,” jelasnya.

Festival ini juga dinilai mampu mendongkrak kebanggaan daerah, terutama dengan keterlibatan UMKM yang memamerkan produk unggulan lokal.

Mulyono berharap agenda budaya seperti ini dapat terus dikembangkan menjadi event tahunan berskala provinsi hingga nasional.

“Kalau kita konsisten, Kutim bisa jadi pusat budaya di Kalimantan Timur,” pungkasnya. (Adv-Diskominfo Kutim/Andika)

Pos terkait