Kutai Timur, Rilismedia.co – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memastikan seluruh persiapan peringatan Hari Guru Nasional (HGN) pada 25 November telah mencapai tahap final.
Tahun ini, peringatan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi dirancang sebagai momentum untuk merefleksikan kualitas pendidikan serta mengevaluasi peningkatan kompetensi guru di seluruh wilayah Kutim.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menjelaskan bahwa pelaksanaan upacara tingkat kabupaten akan dipusatkan di Sangatta.
Sementara itu, sekolah dan kecamatan juga diberikan keleluasaan menyelenggarakan kegiatan serupa sebagai bentuk kreativitas dan penghargaan terhadap dedikasi para pendidik.
Menurutnya, HGN bukan hanya seremoni tahunan, melainkan pengingat bahwa kualitas pendidikan daerah bergantung pada pemetaan kebutuhan tenaga pendidik dan peningkatan kompetensi mereka.
Saat ini Kutai Timur memiliki sekitar 7.800 guru, terdiri dari guru PNS, P3K, dan honorer dari jenjang PAUD hingga SMP.
Jumlah ini menjadi tantangan tersendiri mengingat Kutim memiliki sebaran geografis luas, komposisi demografis berbeda antarwilayah, serta kebutuhan penguatan layanan pendidikan inklusi.
Sebagai respons, Disdikbud Kutim menjalankan program upgrade kompetensi secara terstruktur. Sejak 2024, pemerintah telah menyekolahkan guru yang belum bergelar sarjana ke sejumlah perguruan tinggi seperti Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.
Di saat yang sama, 191 guru telah menyelesaikan pendidikan S2 inklusi di Universitas Negeri Yogyakarta.
Tahun 2025, program kembali diperluas dengan pemberangkatan 152 guru untuk pendidikan S1 dan 300 guru untuk pendidikan S2 inklusi.
Selain pendidikan formal, pelatihan seperti deep learning, coding, dan berbagai Bimtek berbasis kurikulum baru juga diberikan untuk memastikan guru mampu mengimbangi kebutuhan transformasi pembelajaran digital.
Mulyono menyebut bahwa langkah ini, adalah investasi jangka panjang, bukan sekadar rutinitas tahunan.
Menurutnya, Hari Guru harus menjadi momentum memperkuat komitmen meningkatkan kualitas SDM pendidik.
Di tengah tuntutan era digital, guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga fasilitator yang harus terus berkembang mengikuti perubahan zaman.
“Perjuangan guru tidak pernah berhenti. Kami berharap momentum Hari Guru ini menjadi pengingat bahwa peningkatan kualitas pendidikan Kutim hanya bisa dicapai bila guru mendapatkan dukungan dan kesempatan belajar yang layak,” ujar Mulyono. (Adv-Diskominfo Kutim/Andika)






