Bendera Merah Berkibar di Qom Usai Kematian Ayatollah Ali Khamenei

Rilismedia.co – Iran dilaporkan mengibarkan bendera merah di atas kubah Masjid Jamkaran, Senin (2/3/2026), menyusul kabar tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan militer Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu waktu setempat.

Pengibaran bendera merah tersebut dilakukan di Kota Qom, pusat keagamaan Syiah dan salah satu kota suci terpenting di Iran. Dalam tradisi Syiah, bendera merah yang dikibarkan di tempat suci dimaknai sebagai simbol duka sekaligus seruan pembalasan atas darah yang tertumpah.

Bacaan Lainnya

Sejumlah media internasional menyoroti momen tersebut sebagai sinyal meningkatnya tensi politik dan militer di kawasan.

“Setelah pembunuhan Pemimpin Tertinggi, Teheran mengibarkan apa yang disebutnya sebagai “bendera balas dendam” merah,” tulis akun X @IranObserver0.

“Setelah pembunuhan Pemimpin Tertinggi, Teheran mengibarkan apa yang disebutnya sebagai ‘bendera balas dendam’ merah di atas kubah Masjid Jamkaran, yang merupakan situs keagamaan penting,” lapor kantor berita ANI.

Masjid Jamkaran selama ini memiliki posisi simbolik dalam dinamika politik dan keagamaan Iran, terlebih sejak Khamenei menggantikan Ayatollah Khomeini pada 1989. Kota Qom sendiri dikenal sebagai pusat pendidikan teologi Syiah dan basis ulama berpengaruh di negara tersebut.

Di tengah eskalasi yang terjadi, Kementerian Luar Negeri Oman yang selama ini berperan sebagai mediator antara Washington dan Teheran menyampaikan bahwa Iran membuka ruang untuk deeskalasi pasca-serangan balasan.

Sebelumnya, serangan Iran ke sejumlah negara Teluk yang menampung pangkalan militer Amerika Serikat, seperti Qatar, Bahrain, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi, dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur serta penutupan sementara wilayah udara di beberapa titik.

“Iran dilaporkan siap untuk melakukan pembicaraan,” katanya dilaporkan Reuters.

Pos terkait