Sangatta, Rilismedia.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan mendorong setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), menggali potensi pendapatan secara lebih intensif.
Salah satu sektor yang kini mendapatkan perhatian serius, adalah sektor perhubungan, mengingat besarnya peluang PAD yang dapat dihasilkan dari pengelolaan aset-aset transportasi.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim, Poniso Suryo Renggono, mengatakan sektor perhubungan memiliki karakteristik unik, karena mengelola aset yang berhubungan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat.
Terminal, pelabuhan, fasilitas transportasi darat dan air semuanya memiliki nilai strategis, sekaligus potensi ekonomi yang selama ini belum sepenuhnya tergarap maksimal.
“Pemerintah Daerah mendorong, agar seluruh OPD tidak hanya fokus pada pelayanan, tetapi juga mampu mengoptimalkan aset yang ada,” ucapnya.
“Di sektor perhubungan, potensi untuk meningkatkan PAD sangat terbuka,” ujar Poniso.
Ia menjelaskan bahwa peningkatan PAD menjadi keharusan di tengah dinamika fiskal daerah, dan dengan kondisi transfer pusat yang tidak selalu stabil, Kutim perlu memperkuat pendapatan mandiri untuk menjaga keberlanjutan program pembangunan.
Dishub, kata Poniso, telah mulai menilai ulang seluruh aset yang memiliki potensi ekonomi. Langkah ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Kutim yang ingin memastikan setiap aset daerah memberikan manfaat nyata, bukan sekadar tercatat dalam dokumen administrasi.
Melalui strategi ini, Dishub berharap mampu mengidentifikasi aset yang berpotensi dikelola secara produktif melalui pola kerja sama, penyewaan, atau pengembangan layanan baru berbasis kebutuhan publik.
“Tujuan akhirnya bukan hanya menambah PAD, tetapi memastikan aset perhubungan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tegas Poniso. (Adv-Diskominfo Kutim/Saif)






