Keterbatasan Anggaran Bikin Sosialisasi Olahraga Tradisional ke Sekolah Terbatas

Kutai Kartanegara – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menilai upaya sosialisasi olahraga tradisional ke sekolah-sekolah masih belum berjalan optimal.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kukar, Aji Muhammad Ari Junaidi. Ari menjelaskan, keterbatasan anggaran menjadi faktor utama belum maksimalnya pelaksanaan sosialisasi.

Bacaan Lainnya

Saat ini, pihaknya hanya dapat menjalankan program talent scouting atau pembantuan pembinaan kepada sekolah-sekolah maupun komunitas yang membutuhkan.

“Untuk sosialisasi olahraga tradisional, sejauh ini belum berjalan maksimal. Di bidang kami hanya ada talent scouting, yaitu pembantuan pembinaan,” ujarnya, Senin (17/11/25).

Ia mengungkapkan bahwa Dispora Kukar sebenarnya pernah melakukan sosialisasi pada tahun 2023. Namun, setelah itu sekolah-sekolah mengambil inisiatif masing-masing untuk memperkenalkan olahraga tradisional kepada siswa karena minimnya alokasi anggaran.

Ari menegaskan, bukan berarti kegiatan sosialisasi tidak bisa dilakukan. Hanya saja, program tersebut terkendala oleh pengurangan anggaran yang terjadi dalam dua tahun terakhir.

“Betul, bukan tidak bisa disosialisasikan. Hanya terkendala anggaran,” tegasnya.

Pos terkait