KUTIM, Rilismedia.co — Perhelatan Erau yang pertama kali digelar khusus di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bakal menjadi panggung kolaborasi lintas perangkat daerah. Bukan sekadar seremoni adat, kegiatan ini akan mempertemukan kebudayaan, pertunjukan seni, UMKM hingga pelaku ekonomi kreatif dalam satu momentum besar.
Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Timur, Akhmad Rifani, saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (14/9/2026), menjelaskan bahwa Erau pada dasarnya merupakan kegiatan yang berkaitan erat dengan adat. Karena cakupannya luas, pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pembagian tugas dan kolaborasi sejumlah perangkat daerah sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
“Pelaksananya itu kita kolaborasi, kolaborasi beberapa dinas. Misalkan Dinas Pariwisata tugasnya apa, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tugasnya apa, Dinas Koperasi tugasnya apa, Dispora apa, dan yang lainnya, saling kolaborasi,” kata Rifani.
Menurutnya, Dinas Pariwisata Kutim akan mengambil peran terutama pada aspek hiburan dan pertunjukan. Dukungan tersebut juga mencakup berbagai kebutuhan teknis untuk menunjang penampilan para pelaku seni selama kegiatan berlangsung.
Sementara untuk ritual adat, penanganannya lebih diarahkan kepada perangkat daerah yang membidangi kebudayaan bersama unsur adat. Sedangkan kegiatan olahraga tradisional seperti sumpit, gasing dan belogo berada dalam lingkup perangkat daerah terkait olahraga.
Pembagian tersebut, kata Rifani, bukan berarti masing-masing instansi berjalan sendiri-sendiri. Semua perangkat daerah tetap berada dalam satu semangat untuk mendukung dan menyukseskan penyelenggaraan Erau.
“Kita bagi tugas, tapi tujuannya tetap sama, bagaimana kita mendukung dan menyukseskan acara,” ujarnya.
Dinas Pariwisata juga akan mendukung kebutuhan panggung, sound system, dekorasi dan sejumlah kebutuhan teknis pertunjukan lainnya. Dukungan tersebut diperlukan karena panggung menjadi salah satu pusat kegiatan yang mempertemukan masyarakat dengan berbagai penampilan seni.
Pada sektor UMKM, Dinas Koperasi memiliki peran dalam penyediaan fasilitas. Namun Dispar Kutim tetap ikut terlibat karena sebagian pelaku UMKM juga berkaitan langsung dengan subsektor ekonomi kreatif, terutama kuliner.
“Stand UMKM betul dilaksanakan oleh, disediakan oleh Dinas Koperasi, tapi kita tetap kolaborasi. Dinas Koperasi mungkin menyiapkan tendanya, tapi yang isi Dinas Koperasi mungkin berapa, dari kami berapa juga. Kita bagi,” jelasnya.
Menurut Rifani, cakupan ekonomi kreatif tidak berhenti pada kuliner. Fotografi, videografi, musik dan seni pertunjukan juga menjadi bagian yang berpotensi terlibat selama pelaksanaan kegiatan.
Erau di Kutim kali ini memiliki arti tersendiri karena menjadi penyelenggaraan pertama di kabupaten tersebut.
Rifani mengatakan Dispar menjalankan dukungan sesuai arahan pemerintah daerah sekaligus tugas dan fungsi instansinya.
“Kalau Erau-nya sendiri, itu pertama kali dilakukan. Kita mengikuti sesuai dengan arahan Pak Bupati. Kita support dengan tupoksi kita, sesuai tupoksi kita,” katanya.
Karena menjadi penyelenggaraan perdana, kelancaran acara menjadi salah satu harapan utama. Selain menjaga nilai adat dan budaya, Erau diharapkan mampu memberikan ruang bagi pelaku seni, UMKM serta subsektor ekonomi kreatif lainnya.
“Kita berharap berjalan lancar, bagus, mungkin tidak ada kendala di belakang, karena ini pertama kali kita berharap tidak ada masalah,” pungkas Rifani. (Dit/ADV/KUTIM).






