KUTIM, Rilismedia.co — Hamparan laut, mangrove hingga kehidupan satwa menjadi “etalase alami” Desa Pulau Miang di Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Desa wisata kategori berkembang tersebut menyimpan ragam daya tarik yang berpotensi menjadi salah satu kekuatan wisata bahari Kutim.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Timur, Mahriadi, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (14/9/2026), mengatakan karakter pariwisata Kutim sangat beragam. Kawasan pesisir menjadi salah satu bagian penting karena menawarkan pengalaman wisata berbeda dibandingkan destinasi di kawasan pedalaman.
“Pulau Miang mempunyai potensi yang lengkap untuk wisata bahari. Bukan hanya laut, tetapi ada mangrove, snorkeling, panorama alam, satwa, budaya masyarakat dan kuliner yang bisa dikembangkan sebagai satu kesatuan pengalaman wisata,” kata Mahriadi.
Pulau Miang tercatat sebagai desa wisata kategori berkembang. Berbagai potensi yang terdapat di wilayah tersebut meliputi wisata bahari, snorkeling, kawasan mangrove, panorama matahari terbit dan terbenam, Mata Air atau Sumur Batu, Patung Baca, spot foto hingga mercusuar.
Kekayaan hayati juga menjadi bagian penting dari daya tarik Pulau Miang. Di kawasan tersebut terdapat potensi kemunculan hiu tutul, penyu serta berbagai ekosistem laut. Selain itu, pengunjung dapat menemukan bunga bugenvil, gertak ulin, gusung, Gunung Batu hingga Pulau Miang Kecil.
Keunikan lainnya adalah keberadaan potensi minyak bumi yang secara lokal dikenal sebagai Lantong. Aneka kuliner masyarakat setempat turut melengkapi pengalaman wisata bagi pengunjung. Untuk mendukung aktivitas wisata, sejumlah fasilitas seperti vila serta perlengkapan selam dan snorkeling telah tersedia.
Mahriadi menilai kekayaan tersebut perlu dikembangkan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Wisata bahari memiliki ketergantungan tinggi terhadap kualitas ekosistem sehingga peningkatan kunjungan wisatawan harus diimbangi dengan kesadaran menjaga kawasan.
“Pengembangan pariwisata tidak boleh hanya mengejar jumlah kunjungan. Alamnya harus tetap dijaga karena justru lingkungan yang terpelihara itulah yang menjadi modal utama destinasi untuk bertahan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Potensi pesisir Kutim tidak berhenti di Pulau Miang. Di Kecamatan Sangkulirang juga terdapat Desa Bual-Bual dengan Pantai Mengenai. Sementara Desa Maloy memiliki potensi wisata mangrove, laut dan terumbu karang, serta wisata religi Makam Habib.
Di Kecamatan Kaliorang, wisata bahari juga menjadi salah satu daya tarik utama. Desa Selangkau mempunyai Pantai Najwa, Pantai Selangkau dan Pantai Jepu-Jepu. Desa Kaliorang memiliki Pantai Marang yang telah dilengkapi berbagai fasilitas pendukung.
Menurut Mahriadi, keragaman destinasi pesisir tersebut memberikan peluang bagi Kutim untuk membangun jaringan perjalanan wisata yang lebih luas. Wisatawan tidak hanya diarahkan mengunjungi satu tempat, tetapi dapat menikmati beberapa destinasi dalam satu rangkaian perjalanan.
Konsep tersebut berpotensi memberikan dampak ekonomi lebih merata karena aktivitas wisata dapat melibatkan pelaku kuliner, transportasi, penginapan, pemandu lokal serta UMKM di beberapa desa sekaligus.
Pemerintah daerah pun berharap pengembangan destinasi bahari dapat dilakukan dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan pelaku usaha. Dengan pengelolaan yang konsisten, Pulau Miang dan kawasan pesisir lainnya berpeluang memperkuat identitas Kutai Timur sebagai daerah dengan kekayaan wisata bahari sekaligus alam yang beragam. (Dit/ADV/KUTIM)






