Jalan Berlubang di Akses Jembatan Mahkota II Menuju Tol, Ancaman Serius yang Diabaikan

RILISMEDIA.CO — Kondisi jalan berlubang di sepanjang akses Jembatan Mahkota II Samarinda semakin memprihatinkan, terlebih karena jalur ini merupakan salah satu akses utama menuju jalan tol.

Sebagai jalur vital dengan intensitas lalu lintas tinggi, kerusakan jalan di kawasan ini seharusnya mendapatkan perhatian dan penanganan serius. Namun hingga kini, persoalan tersebut justru terus berulang tanpa solusi yang jelas.

Di lapangan, jalan pada jalur ini sudah berkali-kali dilakukan penambalan. Sayangnya, perbaikan tersebut tidak bertahan lama. Lubang kembali muncul di titik yang sama, bahkan dengan tingkat kerusakan yang lebih parah. Kondisi ini memperkuat anggapan publik bahwa penanganan yang dilakukan selama ini hanya bersifat sementara dan tidak menyentuh akar persoalan konstruksi jalan.

Yang lebih membahayakan, lubang-lubang tersebut sulit terlihat oleh pengendara karena warna permukaannya hampir sama dengan aspal di sekitarnya. Bukan tertutup genangan air, melainkan secara visual menyatu dengan badan jalan, sehingga pengendara kerap tidak sempat menghindar. Risiko kecelakaan pun semakin tinggi, terutama bagi pengendara roda dua dan kendaraan dengan kecepatan relatif tinggi menuju akses tol.

Respons pemerintah daerah terhadap kerusakan jalan di jalur menuju tol ini juga dinilai lambat dan kurang maksimal. Keluhan masyarakat telah disampaikan berulang kali, namun penanganan yang dilakukan tidak berkelanjutan. Jalan yang telah ditambal kembali rusak, sementara evaluasi teknis dan pengawasan proyek seolah tidak dilakukan secara serius.

Sebagai mahasiswa semester 3 yang sering melintasi jalur tersebut, penulis melihat langsung dampak dari buruknya kondisi infrastruktur ini.

Aktivitas masyarakat terganggu, arus lalu lintas melambat, dan risiko kecelakaan meningkat. Kondisi ini jelas bertolak belakang dengan fungsi jalur menuju tol yang seharusnya aman, lancar, dan mendukung mobilitas regional.

Melalui opini ini, penulis mendesak pemerintah daerah untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh dan berkualitas pada jalur akses Jembatan Mahkota II menuju tol.

Penanganan tidak boleh lagi sekadar tambal sulam, melainkan harus berbasis perencanaan teknis yang matang, kualitas material yang memadai, serta respons cepat terhadap laporan masyarakat.

Jalur menuju tol adalah wajah infrastruktur kota. Membiarkan jalan berlubang di akses strategis seperti ini sama halnya dengan mengabaikan keselamatan publik. Pemerintah daerah diharapkan segera bertindak tegas dan nyata demi terciptanya infrastruktur jalan yang aman, layak, dan berkelanjutan di Kota Samarinda.

Penulis: Muhammad Iqbal Rahmadan, Mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD), UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda

Pos terkait