Dispora Kukar Dorong Pembiasaan Aktivitas Fisik Anak Lewat Program Pushbike

Kutai Kartanegara — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperluas upaya penguatan budaya olahraga sejak usia dini melalui program pushbike, atau sepeda tanpa pedal yang didesain untuk anak prasekolah. Program ini menjadi salah satu metode pembinaan dasar yang kini dipandang efektif memperkenalkan olahraga dengan cara yang natural dan menyenangkan.

Melalui pushbike, anak-anak diajak mengenal konsep keseimbangan, keberanian, serta koordinasi gerak tanpa beban kompetisi. Aktivitas ini dinilai mampu menanamkan kecintaan terhadap olahraga sejak awal, sekaligus membentuk fondasi penting bagi perkembangan fisik mereka.

Bacaan Lainnya

“Pushbike memang terlihat sederhana, tetapi manfaatnya besar. Anak-anak belajar berani mengambil langkah baru sambil meningkatkan percaya dirinya,” ujar Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, Rabu (26/11/2025).

Aji Ali menyebut, pembiasaan aktivitas fisik dari usia prasekolah akan membantu anak lebih siap ketika nantinya mengikuti pembinaan olahraga yang lebih terarah di jenjang usia berikutnya.

“Kami ingin generasi muda Kukar tumbuh dalam kondisi fisik dan mental yang kuat sejak kecil,” tambahnya.

Program pushbike juga menjadi bagian dari pola pembinaan berjenjang yang saat ini sedang dibangun Dispora Kukar. Bagi anak-anak yang terlihat memiliki kemampuan menonjol, disiapkan jalur pendampingan dan pelatihan lanjutan bersama pelatih bersertifikat.

Untuk memperkuat struktur pembinaan, Dispora Kukar bekerja sama dengan Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI). Koordinasi ini memastikan peserta yang berbakat dapat melanjutkan ke pembinaan resmi saat usianya memenuhi persyaratan.

“Kami sudah berkomunikasi dengan ISSI agar anak-anak yang berpotensi bisa masuk ke tahap pembinaan berikutnya,” jelas Aji Ali.

Lewat kegiatan dasar seperti pushbike, Dispora Kukar menargetkan lahirnya generasi yang terbiasa bergerak aktif sejak awal sebuah langkah strategis untuk mencetak atlet-atlet daerah yang kompetitif di masa depan.

Pos terkait